Sampah Jakarta Dinilai Tak Tuntas, Legislator Sebut Pemilahan dari Rumah Jadi Kunci

Legislator Fraksi Golkar Judistira menyebut teknologi pengolahan sampah tak akan optimal jika warga tidak memilah sampah dari sumbernya.

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:33 WIB
Sampah Jakarta Dinilai Tak Tuntas, Legislator Sebut Pemilahan dari Rumah Jadi Kunci
Tumpukan sampah di Jalan Raya Pademangan, Jakarta Utara. (Hallonews/Feris Pakpahan).

HALLONEWS.ID – Persoalan sampah di Jakarta dinilai tidak akan pernah tuntas jika penanganannya hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir tanpa kesadaran warga memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan, saat menyerahkan bantuan lima unit drop box sampah organik dan non-organik di RW 03 Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Judistira, pemilahan sampah dari sumber merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pengelolaan sampah dalam skala kota.

“Teknologi apa pun tidak akan berjalan optimal kalau sampah tidak dipilah dari sumbernya. Karena itu, rumah tangga harus mulai memilah sampah,” kata Judistira pada Minggu (10/5/2026).

Ia mengingatkan insiden longsor sampah di TPST Bantar Gebang yang sempat memakan korban jiwa harus menjadi peringatan serius bagi seluruh warga Jakarta.

Menurutnya, tumpukan sampah yang tidak terpilah hanya akan mempercepat penuhya kapasitas tempat pembuangan akhir serta meningkatkan risiko bencana lingkungan.

“Ini merupakan alarm bagi kita semua agar tata kelola pengelolaan sampah di Jakarta ke depan harus lebih baik,” ujarnya.

Sebagai Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira mengaku banyak menerima aspirasi warga yang merasa imbauan pemerintah belum diiringi penyediaan fasilitas yang memadai.

Ia menyebut banyak masyarakat sebenarnya siap memilah sampah, namun bingung karena tidak tersedia sarana penampungan yang cukup di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Warga bilang, kami terus diimbau, tapi tidak disiapkan sarana prasarananya. Karena itu, kami mendorong pemerintah menyediakan fasilitas yang memudahkan masyarakat,” ucapnya.

Melalui bantuan drop box berkapasitas 50 liter tersebut, Golkar DKI berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam memisahkan sampah organik dan anorganik setiap hari.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya membangun kebiasaan baru pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Ke depan, Fraksi Golkar di DPRD DKI Jakarta menyatakan akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup agar setiap RW, bahkan hingga tingkat RT, memiliki sarana pemilahan sampah yang lengkap.

“Kami ingin ketika masyarakat sudah mau memilah sampah dari rumah, mereka tahu ke mana sampah itu harus diletakkan,” tutur Judistira. (fer)