Antrean Pasien Masih Panjang, Dewan Desak Pembenahan Sistem Rumah Sakit
Antrean panjang rumah sakit menjadi perhatian DPRD DKI. Sistem digital dinilai bisa menjadi solusi jika dijalankan maksimal.

HALLONEWS.ID – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyoroti masih rendahnya pemanfaatan sistem digital di rumah sakit akibat kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki mengatakan, sebagian warga masih belum percaya menggunakan aplikasi pelayanan kesehatan karena minim edukasi dan pendampingan.
Padahal, sistem digital diyakini mampu memangkas antrean pasien dan mempercepat pelayanan medis di rumah sakit pemerintah.
“Teknologinya sudah ada, tapi masyarakat belum semuanya yakin dan memahami cara penggunaannya,” kata Subki pada Sabtu (23/5/2026).
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta belajar dari sistem pelayanan sektor lain yang dinilai lebih tertata dan cepat dalam melayani masyarakat.
“Pelayanan kesehatan harus terus diperbaiki karena menyangkut kebutuhan mendasar warga ibu kota,” ujar Subki.
Ia menegaskan, Komisi E DPRD DKI Jakarta juga meminta pemerintah memperluas sosialisasi penggunaan aplikasi kesehatan hingga ke tingkat kelurahan dan komunitas warga.
Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi takut menggunakan sistem antrean digital.
“Kalau masyarakat merasa mudah dan aman, mereka pasti mau beralih ke sistem digital,” tegasnya.
Selain mempercepat pelayanan, sistem digital juga dinilai dapat mengurangi kepadatan antrean di rumah sakit yang selama ini kerap dikeluhkan pasien.
“Pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah merupakan bagian penting dari kualitas hidup warga Jakarta,” pungkasnya. (fer)
