Siti Zuhro Sebut Korupsi di Indonesia Sudah Jadi Bencana

Peneliti BRIN Siti Zuhro menyebut korupsi di Indonesia sudah jadi bencana. Pernyataannya viral usai menyoroti maraknya OTT kepala daerah dan krisis integritas pejabat publik.

Rabu, 27 Mei 2026 - 8:15 WIB
Siti Zuhro Sebut Korupsi di Indonesia Sudah Jadi Bencana
Siti Zuhro menggambarkan praktik korupsi di Indonesia sebagai persoalan yang sudah berada pada tahap sangat mengkhawatirkan. Foto: dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Siti Zuhro, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait korupsi di Indonesia ramai beredar di media sosial. Potongan video yang diunggah ulang akun Instagram @rumpi_gosip pada Selasa (26/5/2026) memicu banyak tanggapan dari warganet.

Dalam pernyataannya, Siti Zuhro menggambarkan praktik korupsi di Indonesia sebagai persoalan yang sudah berada pada tahap sangat mengkhawatirkan. Ia mengaku prihatin melihat kondisi tersebut karena dinilai terus berulang tanpa perubahan signifikan.

Menurutnya, isu korupsi bukan sekadar bahan diskusi biasa, melainkan persoalan serius yang berdampak besar terhadap masa depan bangsa.

Siti Zuhro juga menyinggung pola pikir sebagian pihak yang ingin menduduki jabatan publik. Ia menilai orientasi untuk menjadi pejabat tidak selalu didasari keinginan membangun negara, tetapi lebih condong pada kepentingan pribadi dan kekayaan.

Pandangan itulah yang, menurut dia, turut memperburuk upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Ia menilai ambisi kekuasaan yang tidak dibarengi integritas akhirnya membuat berbagai cara dihalalkan demi meraih jabatan.

Dalam pernyataannya, Siti Zuhro turut menyoroti data dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang mencatat ratusan kepala daerah pernah tersangkut operasi tangkap tangan (OTT).

Angka tersebut dinilai menjadi gambaran serius mengenai persoalan integritas di lingkungan pemerintahan daerah.

Ia pun mengingatkan bahwa praktik politik yang menghalalkan segala cara pada akhirnya berpotensi melahirkan pejabat yang rentan terjerat kasus korupsi dan penindakan hukum. (agn)