Terobos One Way Puncak, Pengendara Dipaksa Putar Arah ke Tol Jagorawi

Insiden pengendara melanggar sistem one way di Puncak berujung teguran petugas. Polisi minta wisatawan patuhi aturan lalu lintas.

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:34 WIB
Terobos One Way Puncak, Pengendara Dipaksa Putar Arah ke Tol Jagorawi
Pengendara mobil mencoba menerobos sistim satu arah. (Hallonews.id/yopy)

HALLONEWS.ID – Pemberlakuan sistem satu arah dari Puncak, Bogor, Jawa Barat, menuju Jakarta pada Selasa (24/3/2026) diwarnai adu mulut antara pengendara dengan petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Insiden terjadi setelah seorang pengendara nekat menerobos barikade sistem satu arah dengan alasan mengikuti kendaraan di depannya yang juga menerobos jalur tersebut.

Petugas akhirnya berhasil memaksa pengendara tersebut untuk berbalik arah menuju tol Jagorawi.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardi Lestanto mengimbau wisatawan agar mematuhi peraturan lalu lintas dan arahan petugas saat kebijakan one way diberlakukan di jalur Puncak demi menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas bersama.

Catatan redaksi Hallonews, peristiwa seperti ini sering terjadi saat kebijakan one way di jalur Puncak diberlakukan, terutama saat volume kendaraan tinggi.

Pemicu konflik timbul, karena pengendara menerobos barikade karena ikut-ikutan kendaraan di depan, bukan karena instruksi petugas. Ini sering jadi masalah klasik di lapangan.

Disisi lain, respons petugas baik dari Polisi dan Dishub, tetap menegakkan aturan dengan meminta pengendara berbalik arah ke Tol Jagorawi.

Atas hal ini, anjuran AKBP Wikha Ardi Lestanto, sangatlah baik yakni, pentingnya kepatuhan terhadap sistem satu arah demi keselamatan dan kelancaran bersama.

Kenapa sistem one way di Puncak penting?. Karena jalur wisata ini terkenal sebagai titik rawan macet, terutama saat libur panjang.

Sistem satu arah dilakukan Satlantas Polres Bogor semata-mata untuk mengurai kepadatan kendaraan, mengurangi potensi kecelakaan dan mempercepat arus balik ke arah Jakarta.

“Masalah yang sering terjadi, karena pengendara tidak sabar atau kurang informasi serta ikut-ikutan pelanggaran tanpa memastikan aturan. Sikap ini kurang disiplin terhadap rambu dan petugas,” tegasnya.

“Pelanggaran seperti ini sebenarnya bisa dihindari kalau pengendara tidak mengikuti pelanggaran orang lain. Mari utamakan arahan petugas di lapangan. Ayo pengguna jalan, tolong pahami, bahwa sistem ini bersifat sementara tapi penting,” ungkapnya. (opy)