Tol MBZ Dibuka-Tutup! Arus Mudik Membludak ke Arah Cikampek
Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 membuat akses masuk Tol Layang MBZ harus dibuka-tutup. Kepadatan terjadi akibat tingginya volume kendaraan dan gangguan di jalur.

HALLONEWS.ID – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 memicu penerapan rekayasa lalu lintas di Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Akses masuk menuju arah Cikampek diberlakukan sistem buka-tutup secara situasional guna mengurai kepadatan kendaraan.
Kebijakan ini diambil berdasarkan diskresi kepolisian setelah terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan, terutama dari arah Bekasi menuju Karawang.
VP Corporate Secretary and Legal Jasa Marga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas difokuskan pada sejumlah titik akses masuk yang mengalami tekanan volume kendaraan.
“Akses yang terdampak antara lain Jati Asih, Kalimalang, hingga KM 10A. Sistem buka-tutup ini mulai diterapkan sejak Rabu malam sekitar pukul 22.24 WIB,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia mengungkapkan, kepadatan yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya volume kendaraan. Sejumlah gangguan di lapangan turut memperparah kondisi, seperti kendaraan mengalami overheat, kehabisan bahan bakar, ban kempes, hingga kendala teknis lainnya.
Selain itu, titik pertemuan arus di KM 48, yang menjadi simpul antara Tol Jakarta-Cikampek dengan ruas layang MBZ, juga menjadi salah satu sumber kemacetan.
Untuk mencegah antrean kendaraan semakin panjang, sistem buka-tutup diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Pengelola jalan tol mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mencukupi bahan bakar, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat memengaruhi visibilitas.
Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dapat diakses melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 133 maupun melalui aplikasi Travoy. (dul)
