Ujang Komarudin: Kedepankan Transparansi dalam Pengelolaan Dapur MBG Agar Terhindar Pratik Korupsi
Apa yang dikatakan Wahidin Halim dalam satu case perlu di awasi pada dapur MBG yang penuh sarat dugaan pratik korupsi.

HALLONEWS.ID – Founder Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin menilai bahwa pada prinsipnya harus transparan, terbuka dan akuntabel dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dimana pun tempatnya supaya terhindar dari pratik dugaan korupsi.
Menurutnya, apa yang dikatakan Wahidin Halim dalam satu case atau satu tempat ini perlu di awasi pada dapur MBG yang penuh sarat dugaan pratik korupsi.
“Apabila itu ditemukan dugaan pratik korupsi tinggal dilaporkan kepada aparat penegak hukum, katakanlah oknum-oknum yang diduga korupsi mesti pertanggungjawabkan apa yang dilakukannya,” ujar Ujang saat dikonfirmasi Hallonews di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Ia menyatakan bahwa pada prinsipnya program Presiden khususnya MBG adalah program prioritas milik Presiden yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum pemilik dapur.
“Kasihan itu Presiden, kasihan itu pemerintah punya program bagus dan program unggulan tetapi disalah gunakan oleh oknum-oknum itu dapur MBG tersebut. Saya juga menekankan apabila ditemukan dugaan korupsi tinggal diungkapkan atau dilaporkan,” ucapnya.
Menurut Ujang, kalau adanya dugaan penyelewengan atau pratik korupsi di dapur MG, tentunya tanggung jawabnya pemilik dapur tersebut.
“Kalau memang ada penyelewengan korupsi harus diungkapkan saja. Agar program MBG itu bersih, baik dan berjalan dengan sesuai instruksi dari Presiden,” tandasnya. (agn)
