Update Arus Mudik dan Balik 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan Terjadi, 17 Orang Meninggal
Update arus mudik Lebaran 2026, Polri catat 251 kecelakaan dan prediksi puncak arus balik pada 24 serta 28–29 Maret. Simak imbauan lengkapnya.

HALLONEWS.ID — Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 merilis laporan terbaru terkait situasi arus mudik dan balik pada hari ke-11 pelaksanaan operasi.
Dalam periode pemantauan sejak Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB, tercatat ratusan kejadian kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah Indonesia.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengungkapkan bahwa terdapat 251 insiden kecelakaan. Dari jumlah tersebut, 17 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Selain kecelakaan, aparat juga mencatat adanya pelanggaran lalu lintas, baik melalui sistem tilang elektronik (ETLE) maupun penindakan langsung di lapangan.
Polri mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan saat musim mudik dan arus balik.
“Kami mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak memaksakan diri saat lelah,” ujar Marupa, Senin (23/3/2026).
Sementara itu, data volume kendaraan menunjukkan lonjakan signifikan pada arus keluar Jakarta. Sebanyak 168 ribu lebih kendaraan tercatat meninggalkan ibu kota melalui sejumlah gerbang tol utama. Angka ini meningkat tajam dibandingkan kondisi normal maupun periode Lebaran tahun sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat lebih dari 122 ribu unit. Meski mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal, angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun lalu, menandakan arus balik mulai bergerak.
Seiring dengan kondisi tersebut, Polri menyebut arus lalu lintas saat ini mulai berangsur normal setelah penghentian sistem one way secara nasional. Namun, peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret.
Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way lokal maupun nasional akan diterapkan secara situasional. Rencana one way nasional disebut akan dimulai dari KM 414 hingga KM 70 pada 24 Maret 2026.
Selain jalur utama, masyarakat juga disarankan memanfaatkan alternatif seperti ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan guna menghindari kemacetan.
Pengawasan lalu lintas juga diperkuat melalui pemanfaatan CCTV dan sistem pemantauan real time, serta koordinasi lintas instansi bersama Kementerian Perhubungan, operator jalan tol, dan pihak terkait lainnya.
Tak hanya fokus pada arus kendaraan, Polri juga melakukan pengamanan di berbagai titik keramaian seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Data pergerakan transportasi umum menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat. Ratusan ribu penumpang tercatat menggunakan moda transportasi laut, kereta api, dan udara selama periode Lebaran tahun ini.
Polri kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat berwisata, serta memperhatikan faktor keselamatan, khususnya di lokasi wisata air.
“Masyarakat diimbau untuk beristirahat jika lelah, menggunakan rest area secara bijak, dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan,” tutup Marupa. (min)
