Wagub Rano Siapkan Ruang Publik Jakarta Lebih Hidup Lewat Kerja Sama Milan
Kolaborasi Jakarta dan Milan membuka peluang proyek seni publik bersama seniman lokal.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat langkah menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional dengan Milan.
Upaya itu diwujudkan lewat Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang difasilitasi World Cities Culture Forum.
Wakil Gubernur Rano Karno mengatakan tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang terpilih mengikuti program tersebut dengan mengangkat tema Public Art and Co-Creation.
Melalui tema itu, Jakarta dan Milan mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas melalui kolaborasi pemerintah, institusi budaya, seniman, komunitas kreatif, dan masyarakat.
“Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta,” ujar Rano dalam keterangan resmi pada Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, kota global tidak hanya diukur dari gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga dari kemampuan menyediakan ruang berekspresi, berinteraksi, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas kota.
Kolaborasi itu diharapkan melahirkan karya yang tumbuh dari dialog, pertukaran gagasan, dan kerja bersama lintas komunitas.
Lanjutnya, ke depan, seniman dan praktisi budaya dari Milan dijadwalkan hadir di Jakarta pada 18–24 Juli 2026 dalam lanjutan program pertukaran tersebut.
“Agenda itu akan diisi lokakarya, diskusi, serta pengembangan karya seni publik bersama seniman Jakarta,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta menilai seni publik bukan sekadar elemen estetika kota, tetapi bagian penting dalam membangun ruang interaksi masyarakat, memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik wisata, dan mendukung ekonomi kreatif.
Rano juga melakukan diskusi strategis dengan Isabella Valentini terkait peluang kerja sama budaya lanjutan antara Jakarta dan jaringan kota-kota dunia.
“Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan ruang publik Jakarta yang lebih inklusif, kreatif, dan mencerminkan identitas kota global yang modern namun tetap berakar kuat pada budaya lokal,” pungkasnya. (fer)
