Wamenko Polkam Tekankan Ketahanan Nasional Hadapi Ancaman Global yang Kian Kompleks

Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus menegaskan ketahanan nasional menjadi kunci menghadapi perubahan geopolitik dan teknologi global.

Selasa, 7 April 2026 - 22:31 WIB
Wamenko Polkam Tekankan Ketahanan Nasional Hadapi Ancaman Global yang Kian Kompleks
Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus menyampaikan kuliah umum di Lemhannas RI terkait strategi ketahanan nasional. Foto: Kemenko Polkam for Hallonews

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk F. Paulus, menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika perubahan global yang semakin kompleks dan tidak menentu.

Hal tersebut disampaikan saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam kuliah umum di Lemhannas RI, Jakarta, kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) P4N LXIX dan P3N XXVII Tahun Anggaran 2026, Selasa (7/4/2026).

Dalam pemaparannya bertema “Kebijakan dan Strategi Keamanan Nasional Menghadapi Perubahan Peradaban Global”, Lodewijk menyoroti bahwa perubahan geopolitik, geoekonomi, dan perkembangan teknologi telah memperluas spektrum ancaman terhadap negara.

“Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama untuk menjamin tegaknya hukum dan ketertiban, menjaga stabilitas kehidupan nasional, serta mendorong kesejahteraan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan letak strategis menuntut kebijakan yang adaptif dan seimbang dalam menghadapi dinamika global.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta mengedepankan prinsip good neighbor policy dalam membangun hubungan internasional.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini mencerminkan orientasi diplomasi Indonesia yang mengedepankan kerja sama dan stabilitas kawasan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa arah geopolitik Indonesia telah memiliki landasan kuat dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang menjadi pijakan dalam setiap kebijakan strategis nasional, termasuk di bidang politik dan keamanan.

Menutup paparannya, Lodewijk mengajak para peserta Lemhannas sebagai calon pemimpin masa depan untuk berperan aktif dalam menghadapi tantangan bangsa.

“Kami menantikan kontribusi para abituren untuk bersama-sama menginisiasi solusi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis bangsa,” pungkasnya. (agn)