Waspada! Banjir Rob Ancam Pesisir Indonesia hingga 16 April, Ini Daftar Wilayah Terdampak
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia pada 28 Maret hingga 16 April 2026 akibat fase bulan purnama.

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 28 Maret hingga 16 April 2026.
Potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena fase bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 2 April 2026, yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum dan memicu pasang air laut di wilayah pesisir.
BMKG menyebutkan berdasarkan pemantauan pasang surut air laut dan kondisi maritim, sejumlah wilayah pesisir berisiko terdampak banjir rob dalam periode tersebut.
Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama di kawasan pelabuhan, permukiman warga, tambak garam, hingga sektor perikanan darat.
“Masyarakat di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca maritim terkini,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Daftar Wilayah Potensi Banjir Rob
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob antara lain:
1. Pulau Sumatera
– Aceh (Lhokseumawe): 1–4 April 2026
– Sumatera Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan): 1–5 April 2026
– Sumatera Barat (Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, Mentawai): 1–4 April 2026
– Kepulauan Riau (Bintan): 1–4 April 2026
– Dabo Singkep: 9–12 April 2026
2. Pulau Jawa
– Banten (Labuan, Bayah, Cikeusik): 31 Maret – 7 April 2026
– DKI Jakarta (Pluit, Ancol, Muara Angke, Tanjung Priok, Marunda, Cilincing): 5–9 April 2026
– Jawa Barat (Bekasi, Karawang): 5–9 April 2026
– Subang, Indramayu, Cirebon: 13–16 April 2026
– Jawa Tengah (Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara): 28–31 Maret & 8–14 April 2026. Brebes, Tegal, Pemalang: 28–31 Maret 2026
– Jawa Timur (Tuban, Lamongan, Gresik): 1–4 April 2026. Banyuwangi: 4–6 April 2026
3. Bali dan Nusa Tenggara
– Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung): 2–10 April 2026
– NTB (Lembar, Bima): 2–10 April 2026
– NTT (Sumba, Flores, Alor, Timor, Sabu Raijua): 1–8 April 2026
4. Kalimantan
– Tarakan: 2–6 April 2026
– Nunukan–Sebatik: 7–8 April 2026
– Banjarmasin, Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut: 7–14 April 2026
– Kotabaru, Tanah Bumbu: 3–9 April 2026
– Kumai, Kuala Jelai, Sampit, Kapuas: 8–15 April 2026
– Pontianak dan Sungai Kapuas: 28–30 Maret & 8–13 April 2026
5. Sulawesi dan Maluku
– Kepulauan Talaud, Sitaro: 3–6 April 2026
– Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow: 30 Maret – 8 April 2026
– Ambon, Maluku Tengah, Seram Timur: 1–9 April 2026
– Kepulauan Aru, Tanimbar, Kei: 30 Maret – 10 April 2026
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang maksimum air laut yang dapat menyebabkan banjir rob, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan, tambak, dan permukiman pesisir. (dul)
