Waspada Godzilla El Nino, BMKG: Musim Kemarau Indonesia Mulai April-Agustus 2026

Mayoritas wilayah Indonesia diprediksi alami kemarau panjang April-Agustus 2026, BMKG minta masyarakat siaga dampak El Nino.

Minggu, 5 April 2026 - 16:46 WIB
Waspada Godzilla El Nino, BMKG: Musim Kemarau Indonesia Mulai April-Agustus 2026
Perkembangan peta potensi musim kemarau di Indonesia. Foto/BMKG for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kemarau ekstrem pada 2026 seiring peluang munculnya fenomena Godzilla El Nino di paruh kedua tahun ini. Masyarakat Indonesia diminta untuk waspada.

Sinyal itu mulai terlihat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% zona musim di Indonesia sudah memasuki periode kering.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut kemarau akan meluas signifikan mulai April hingga Juni 2026. Sejumlah wilayah yang lebih dulu terdampak antara lain sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga kawasan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.

“Pemantauan dinamika iklim global dan regional terus kami lakukan. Masyarakat diharapkan mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG secara berkala,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya, dikutip Hallonews, Minggu (5/4/2026).

Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengungkapkan kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, baik untuk ENSO maupun Indian Ocean Dipole (IOD). Namun, model iklim terbaru menunjukkan peluang transisi menuju El Nino pada semester II.

BMKG memperkirakan intensitas El Nino berada pada level lemah hingga moderat dengan probabilitas 50-80%. “Adapun kemungkinan berkembang menjadi El Nino kuat terbilang kecil, di bawah 20%,” ucapnya.

Meski begitu, kata dia, lembaga tersebut mengingatkan adanya fenomena spring predictability barrier periode di mana akurasi prediksi iklim cenderung menurun, terutama pada Maret hingga Mei. Artinya, proyeksi saat ini masih bersifat dinamis dan akan lebih akurat setelah Mei 2026.

Data terbaru BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai masuk musim kemarau secara bertahap:

– April: 114 ZOM (16,3%)
– Mei: 184 ZOM (26,3%)
– Juni: 163 ZOM (23,3%)

Peralihan ini diawali dari wilayah Nusa Tenggara, lalu merambat ke wilayah lain di Indonesia.
Tak hanya itu, sekitar 46,5% zona musim diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya, sementara 23,7% lainnya sesuai pola normal.

Dari sisi curah hujan, mayoritas wilayah (64,5%) diperkirakan berada pada kategori bawah normal alias lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 61,4% wilayah Indonesia.

Bahkan, lebih dari separuh wilayah (58,7%) diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal dari normal. Yang perlu diwaspadai, durasi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih panjang. Sebab, 57,2% wilayah Indonesia berpotensi mengalami musim kering lebih lama dari biasanya.

Dengan kombinasi kemarau lebih awal, lebih kering, dan lebih panjang, risiko terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat.

Karena itu, BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan terus memantau pembaruan informasi iklim. (dul)