Konflik AS–Israel vs Iran Ganggu Penerbangan, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Ubah Jadwal

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah Indonesia mengubah jadwal perjalanan menyusul konflik AS–Israel vs Iran yang berpotensi memicu penundaan hingga pembatalan penerbangan ke Arab Saudi.

Senin, 2 Maret 2026 - 12:22 WIB
Konflik AS–Israel vs Iran Ganggu Penerbangan, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Ubah Jadwal
Ilustrasi – Kantor Kementerian Agama Kota Bogor mengimbau warga menunda sementara perjalanan umrah menyusul gangguan penerbangan akibat konflik Timur Tengah. Foto: Dokumen Hallonews.

HALLONEWS.ID – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional, termasuk rute menuju dan dari Arab Saudi. Situasi keamanan kawasan yang belum stabil berpotensi memicu penjadwalan ulang, penundaan, hingga pembatalan penerbangan.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah umrah Indonesia untuk mempertimbangkan perubahan jadwal perjalanan.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif guna meminimalkan risiko gangguan perjalanan akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Karmawan, meminta masyarakat—khususnya warga Kota Bogor yang sedang atau akan berangkat umrah—untuk tetap tenang dan tidak panik.

“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah asal Kota Bogor agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Pastikan untuk selalu memantau status penerbangan secara berkala sebelum menuju bandara,” ujar Indra dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Koordinasi dengan Travel dan Perwakilan RI

Indra menekankan pentingnya komunikasi intensif antara jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Jemaah diminta terus berkoordinasi dengan travel masing-masing terkait perkembangan terbaru jadwal penerbangan.

Menurutnya, PPIU telah diinstruksikan untuk menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, serta perwakilan RI di Arab Saudi, baik di KJRI Jeddah maupun KBRI Riyadh.

“Semua langkah diambil untuk memastikan jemaah kita tetap aman dan terlayani dengan baik selama berada di Tanah Suci,” katanya.

Antisipasi Dampak Konflik Regional

Konflik yang memanas dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah maskapai internasional melakukan penyesuaian operasional penerbangan di kawasan Timur Tengah.

Meski hingga saat ini belum ada laporan gangguan langsung terhadap pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah, potensi gangguan transportasi udara tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Kemenhaj memastikan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan otoritas terkait guna memitigasi dampak konflik terhadap jemaah Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk hanya mengakses informasi resmi dari pemerintah dan maskapai penerbangan serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. (opy)