2,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Arus Mudik Lebaran 2026

Jasa Marga mencatat sebanyak 2,2 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama H-10 hingga H+1 Lebaran 2026. Pemudik diminta hindari puncak arus balik 24, 28, dan 29 Maret untuk perjalanan lebih nyaman.

Senin, 23 Maret 2026 - 16:00 WIB
2,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Arus Mudik Lebaran 2026
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mencatat lonjakan signifikan. Sebanyak 2,2 juta kendaraan dilaporkan telah meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode H-10 hingga H+1 Idulfitri, atau pada 11-22 Maret 2026.

Berdasarkan catatan Jasa Marga angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas arus mudik Lebaran 2026 dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.

“Total 2,2 juta kendaraan ini setara 62,8 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan keluar Jabotabek selama periode mudik,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono di JMTT Jatiasih, Kota Bekasi, Senin (23/3/2026).

Distribusi kendaraan didominasi arah timur menuju Trans Jawa dan Bandung yang mencapai 54,9 persen atau sekitar 1,21 juta kendaraan. Sementara itu, 25 persen kendaraan bergerak ke arah barat menuju Merak, dan 20,1 persen lainnya menuju wilayah selatan atau Puncak.

Untuk arah Trans Jawa, lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan lebih dari 790 ribu kendaraan atau meningkat tajam dibandingkan kondisi normal. Sementara arus menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat lebih dari 425 ribu kendaraan.

Di sisi lain, arus ke arah Merak melalui GT Cikupa mencapai 555 ribu kendaraan, sedangkan ke arah Puncak melalui GT Ciawi tercatat sekitar 446 ribu kendaraan.

Memasuki H+1 Lebaran atau 22 Maret 2026, arus kendaraan yang keluar Jabotabek masih terbilang tinggi, yakni mencapai 210 ribu kendaraan atau naik lebih dari 57 persen dibandingkan kondisi normal.

Adapun kendaraan yang kembali ke Jabotabek tercatat 170 ribu unit, masih di bawah volume normal.

Melihat tren tersebut, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik guna menghindari kepadatan, khususnya pada puncak yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

“Bagi yang memiliki fleksibilitas waktu, disarankan memanfaatkan periode Work From Anywhere pada 25-27 Maret agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ungkapnya.

Selain itu, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026 di sejumlah ruas tol Jasa Marga sebagai upaya pemerataan arus lalu lintas.

Jasa Marga juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan, mulai dari kondisi kendaraan, kecukupan bahan bakar, hingga saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu dan arahan petugas demi keselamatan selama perjalanan. (dul)