RSCM: Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Iskemia Mata Kanan Usai Disiram Air Keras

Tim medis RSCM menyatakan aktivis KontraS Andrie Yunus mengalami iskemia atau kekurangan aliran darah pada area mata kanan dan harus menjalani operasi terpadu oleh tim dokter mata dan bedah plastik.

Kamis, 26 Maret 2026 - 8:21 WIB
RSCM: Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Iskemia Mata Kanan Usai Disiram Air Keras
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus saat menjalani perawatan medis di RSCM usai menjadi korban penyiraman air keras. Foto: Dokumen MK for Hallonews

HALLONEWS.ID – Tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami iskemia atau kekurangan aliran darah pada bagian sklera mata kanan.

Kondisi tersebut ditemukan setelah tim dokter melakukan evaluasi lanjutan terhadap luka akibat penyiraman air keras yang dialami Andrie. Tim medis menemukan sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan mengalami kekurangan aliran darah yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim medis memutuskan melakukan tindakan operasi lanjutan untuk mempertahankan jaringan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Andrie menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di ruang operasi Kencana RSCM. Tindakan medis ini bertujuan memperbaiki permukaan bola mata serta membantu proses pemulihan jaringan yang rusak.

Dalam tindakan operasi tersebut, dokter juga menemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan akibat proses peradangan yang masih berlangsung.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim medis melakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara pada kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses penyembuhan jaringan.

Dari sisi bedah plastik, dilakukan pembersihan jaringan mati lanjutan serta tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan bahu untuk mempercepat penyembuhan luka bakar akibat serangan air keras.

Tim medis merencanakan evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka pada Sabtu, 28 Maret 2026. Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak semakin parah.

Kondisi Andrie Yunus masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Andrie Yunus sebelumnya harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh empat anggota TNI dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI. (agn)