Penurunan Angka Kecelakaan Selama Lebaran Bukti Kerja Keras Polri

Penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama Lebaran 2026 merupakan hasil kerja keras Polri dalam mengelola arus mudik dan arus balik.

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:33 WIB
Penurunan Angka Kecelakaan Selama Lebaran Bukti Kerja Keras Polri
Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru. Foto: Humas Polri

HALLONEWS.ID – Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menilai penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama Lebaran 2026 merupakan hasil kerja keras Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengelola arus mudik dan arus balik.

Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan Polri, mulai dari pengaturan lalu lintas, peningkatan pengawasan, hingga upaya preventif di lapangan, terbukti mampu menekan angka kecelakaan secara signifikan.

“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dan keseriusan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum mudik Lebaran,” ujar Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Gus Falah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi dan kerja keras dalam menjaga keselamatan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini.

Meski demikian, Gus Falah mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah. Ia mendorong Polri untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi guna menekan angka kecelakaan secara lebih optimal di masa mendatang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Satu nyawa pun sangat berharga dan harus dilindungi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Untuk diketahui, data PT Jasa Raharja menunjukkan tren positif dalam keselamatan lalu lintas selama periode siaga angkutan Lebaran 2026. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat menurun sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 318 korban pada 2025 menjadi 228 korban pada 2026.

Capaian ini menjadi indikator bahwa sinergi antarinstansi dalam pengamanan arus mudik dan balik berjalan efektif, sekaligus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan transportasi di Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik dilakukan melalui koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan. Salah satunya dengan PT Jasa Marga melalui sistem pemantauan lalu lintas secara terpadu.

Pengaturan di lapangan dilakukan secara fleksibel dan berbasis data. Evaluasi kondisi lalu lintas menjadi dasar dalam menentukan berbagai skenario rekayasa, termasuk kemungkinan penyesuaian waktu pemberlakuan sistem one way.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar. Keselamatan serta kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam kesempatan itu, Kakorlantas juga mengapresiasi inovasi yang diluncurkan Polda Jawa Barat untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sekaligus menjaga situasi kamtibmas selama masa mudik.

“Bagi kami, satu nyawa sangat berharga. Kami tidak hanya mengelola angka, tapi kami menjaga narasi rindu jutaan keluarga agar berakhir dengan senyum,” kata Agus Suryonugroho. (gaa)