Profil Brigjen Pol Yusuf, Wakapolda Kaltara yang Bikin ETLE Mendunia
Profil Brigjen Pol Yusuf, Wakapolda Kalimantan Utara, sosok di balik pengembangan sistem tilang elektronik ETLE. Berpengalaman di Korlantas dan ahli lalu lintas nasional.

HALLONEWS.ID – Nama Brigjen Pol Yusuf tengah menjadi sorotan setelah resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Wakapolda Kaltara) pada 27 Februari 2026.
Perwira tinggi Polri ini dikenal luas sebagai sosok di balik pengembangan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), inovasi yang mengubah wajah penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.
Lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 2 November 1970, Yusuf merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di institusi Polri, ia dikenal sebagai spesialis di bidang lalu lintas dengan rekam jejak karier yang konsisten dan strategis.

Kariernya dimulai dari level kewilayahan sebagai Kapolres Madiun dan Kapolres Banyuwangi. Ia kemudian menanjak dengan menduduki berbagai posisi penting, seperti Wadirlantas Polda Jawa Timur hingga dipercaya menjadi Direktur Lalu Lintas di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Polda Kalimantan Tengah, Polda Sumatera Utara, hingga Polda Metro Jaya pada 2018.
Puncak kiprahnya di bidang lalu lintas terlihat saat menjabat sebagai Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) di Korlantas Polri pada 2020.
Di posisi inilah Yusuf berperan besar dalam pengembangan dan implementasi sistem ETLE, sebuah inovasi berbasis kamera pintar yang mampu merekam pelanggaran lalu lintas secara otomatis selama 24 jam.
Sistem ETLE dinilai sebagai terobosan penting karena meningkatkan transparansi, mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, serta menekan praktik pungutan liar. Inovasi ini bahkan menjadi salah satu tonggak modernisasi penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.

Selain pengalaman operasional, Yusuf juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Widyaiswara Madya di Sespim Lemdiklat Polri, menunjukkan kapasitasnya dalam pengembangan sumber daya manusia kepolisian.
Kini, sebagai Wakapolda Kalimantan Utara, Yusuf diharapkan mampu memperkuat sinergi internal Polri serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan tersebut.
Dengan kombinasi pengalaman lapangan, inovasi teknologi, dan kemampuan manajerial, kehadirannya diyakini membawa energi baru bagi Polda Kaltara.(gin)
