Prajurit TNI Masuk ke Bunker, KSAD: Mereka Sudah Ada SOP

KSAD Maruli menegaskan, prajurit TNI yang masih menjalan tugas misi perdamaian di Lebanon telah dibekali SOP untuk berlindung di bunker.

Minggu, 5 April 2026 - 8:33 WIB
Prajurit TNI Masuk ke Bunker, KSAD: Mereka Sudah Ada SOP
Puspen TNI for Hallonews KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan kepada wartawan seusai upacara persemayaman tiga jenazah prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

HALLONEWS.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merespon terkait instruksi dari Panglima TNI kepada prajuritnya yang tengah menjalani misi perdamaian di Lebanon untuk masuk ke dalam bunker dan menghentikan kegiatan di luar.

Menurut KSAD Maruli, prajurit TNI yang masih menjalan tugas misi perdamaian di Lebanon telah dibekali prosedur operasi standar (SOP) untuk menghadapi situasi darurat, termasuk perlindungan di bunker.

“Ya, sebetulnya, mereka sudah ada SOP, ya. SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa. Jadi, saya kira SOP mereka sudah ada, dan bagaimana nanti pelaksanaannya tinggal nunggu waktu,” kata KSAD Maruli kepada wartawan usai upacara persemayaman tiga jenazah prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026).

Meski demikian, ia mengakui belum bisa menjelaskan tingkat keamanan lokasi penugasan secara rinci. Menurut KSAD Maruli, apakah seratus persen aman bunker-nya atau lain sebagainya.

“Sebetulnya itu udah SOP-nya dalam penugasan ya. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya. Jadi, ini makanya kita harus ada nanti, saya kira pasti ada tim yang akan mencari apa, bagaimana sih sebetulnya peristiwa tersebut,” ucapnya.

TNI akan menunggu laporan resmi dari Mabes TNI yang berkomunikasi langsung dengan personel di lapangan. Investigasi juga akan dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Untuk keluarga prajurit, KSAD Maruli meminta tetap tenang. Ia menegaskan para personel telah memahami tugasnya, meski risiko tetap ada.

“Tidak usah risau. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tapi semua pasti ada resikonya,” tandas KSAD Maruli. (agn)