Kolaborasi BNN–Imipas Makin Solid, Tekan Peredaran Narkotika dari Hulu ke Hilir

BNN dan Kementerian Imipas memperkuat sinergi P4GN melalui pengawasan Lapas, rehabilitasi pengguna, dan pengawasan WNA guna menekan peredaran narkotika.

Jumat, 10 April 2026 - 0:29 WIB
Kolaborasi BNN–Imipas Makin Solid, Tekan Peredaran Narkotika dari Hulu ke Hilir
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Menteri Imipas Agus Andrianto digelar audensi pdi Kantor Kementerian Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).foto Humas BNN for Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Upaya memerangi peredaran narkotika di Indonesia semakin diperkuat. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengintensifkan sinergi strategis dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dengan fokus pada pembenahan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang masih mengalami overkapasitas serta pengawasan terhadap warga negara asing.

Hal itu terungkap dalam audiensi antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Menteri Imipas Agus Andrianto digelar pada Kamis (9/4) di Kantor Kementerian Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Imipas menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi, yakni overkapasitas Lapas. Untuk mengatasinya, pemerintah terus melakukan berbagai langkah seperti pembangunan unit Lapas baru, redistribusi warga binaan, hingga peningkatan pengawasan dan penguatan integritas petugas.

WhatsApp Image 2026 04 10 at 00.17.27 1
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Menteri Imipas Agus Andrianto digelar audensi pdi Kantor Kementerian Imipas, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).foto Humas BNN for Hallonews.id

“Penguatan sistem pengawasan dan integritas petugas menjadi kunci menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Agus.

Sementara itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam penanganan kasus narkotika. Ia mendorong penguatan rehabilitasi bagi penyalahguna, mengingat masih banyak kasus pengguna yang berujung pada pemidanaan dan akhirnya menambah beban Lapas.

“Selain itu, BNN juga terus mengoptimalkan pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika melalui penguatan sistem intelijen serta peningkatan pengawasan terhadap warga negara asing yang berpotensi terlibat dalam jaringan internasional,’ujar mantan Kapolda Banten ini.

Penutup:

Mengakhiri pertemuan, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam seluruh aspek P4GN, mulai dari pencegahan, penindakan, rehabilitasi, hingga pembinaan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan langkah terpadu dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan serta perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika. (gin)