Sampah Menggunung 4 Meter, Sudin LH Turunkan Dua Truk di Kolong Tol Wiyoto Wiyono

Gunungan sampah setinggi 4 meter di kolong Tol Wiyoto Wiyono dibersihkan. Dua truk dikerahkan kejar target nol sampah.

Selasa, 14 April 2026 - 23:17 WIB
Sampah Menggunung 4 Meter, Sudin LH Turunkan Dua Truk di Kolong Tol Wiyoto Wiyono
Syaiful Anwar memberikan keterangan terkait penanganan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono. Dua truk compactor dikerahkan setiap hari untuk pengangkutan. Foto: Hallonews/Agung Nugroho

HALLONEWS.ID – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) bersama Kelurahan Sungai Bambu bergerak cepat menangani penumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Langkah ini diambil setelah volume sampah di lokasi tersebut sempat menggunung hingga mencapai ketinggian 3 hingga 4 meter.

Kepala Kelurahan Sungai Bambu, Syaiful Anwar, mengatakan dua unit mobil compactor kini dioperasikan setiap hari untuk mempercepat proses pembersihan.

“Penggunaan dua armada sekaligus penting agar pengangkutan lebih maksimal dan kondisi wilayah bisa segera mencapai nol sampah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dipicu Sampah Kiriman dan Pembuangan Ilegal

Penumpukan sampah disebut tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari luar wilayah.

Syaiful mengungkap adanya dugaan pembuangan ilegal, termasuk aktivitas dari pihak tertentu yang dilakukan pada malam hari.

Pemagaran dan Pengawasan Diperketat

Sebagai langkah pencegahan, pihak kelurahan telah memasang pagar di area kolong tol untuk membatasi akses.

Selain itu, pengaturan jam operasional pembuangan sampah masih terus disesuaikan guna mencegah praktik pembuangan liar.

Untuk sementara, warga diarahkan membuang sampah langsung ke mobil compactor yang disiagakan di lokasi, tanpa menumpuk di area kolong tol.

“Warga diminta langsung membuang sampah ke mobil compactor yang tersedia,” jelasnya.

Ke depan, sistem ini akan diperkuat dengan mekanisme pemuatan langsung dari gerobak warga ke truk pengangkut.

Target Nol Sampah dan Kawasan Lebih Rapi

Setelah penataan selesai, kendaraan pengangkut akan masuk langsung ke dalam area kolong tol agar bagian luar tetap bersih dan tertata.

Syaiful memastikan kondisi kawasan kini sudah jauh membaik dan hampir sepenuhnya bebas dari sampah.

“Area kolong tol saat ini hampir bersih dari sampah,” tegasnya.

Ke depan, pengelolaan sampah akan difokuskan pada sistem yang lebih tertib dan berkelanjutan untuk mencegah penumpukan kembali.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. (agn)