Polisi Petakan Titik Rawan Begal di Bogor, Terjunkan Tim Tak Berseragam
Polisi Kota Bogor meningkatkan patroli dan menurunkan tim mobile tak berseragam setelah memetakan sejumlah titik rawan begal.

HALLONEWS – Aparat kepolisian di Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya aksi kejahatan jalanan, khususnya begal, yang terjadi di sejumlah wilayah.
Langkah ini diambil setelah insiden pembegalan di Kelurahan Cikaret yang menyebabkan seorang warga terluka dan harus mendapatkan perawatan medis usai melakukan perlawanan terhadap pelaku.
Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan begal yang tersebar di beberapa kecamatan.
Wilayah rawan tersebut antara lain,
Tanah Sareal di titik Cijambu dan Salabenda (perbatasan Kemang/Parung).
Lalu di Bogor Utara, di titik Cimahpar, sekitar Katulampa, dan Pangkalan Dua. Untuk wilayah Bogor Barat di Bubulak (arah Laladon) serta Bogor Selatan di Jalan Tentara Pelajar dan Pamoyanan.
Menurut Kompol Aji, pelaku umumnya beraksi pada waktu-waktu krusial, yakni antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB, dengan menyasar lokasi yang gelap dan minim aktivitas warga.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan intensitas patroli, terutama pada jam-jam rawan.
Tidak hanya patroli berseragam, polisi juga menurunkan tim mobile tak berseragam (undercover) untuk memantau aktivitas mencurigakan di lapangan.
Penempatan personel dilakukan secara dinamis di titik-titik yang telah dipetakan, guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Selain begal, polisi juga mengidentifikasi lokasi rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang umumnya terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari, sekitar pukul 09.00–12.00 WIB.
Berdasarkan data, beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain, Taman Kencana (Bogor Tengah), Perumahan Yasmin (Bogor Barat), kawasan ramai seperti Pasar Anyar, Pasar Bogor, dan area sekitar stasiun.
“Untuk aksi curanmor banyak terjadi di area permukiman padat serta parkiran umum dengan tingkat pengawasan rendah,” kata Kompol Aji Rabu (15/4/2026).
Kepolisian menegaskan, akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan, khususnya jika melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Bogor.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan.
Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan angka kejahatan jalanan di Kota Bogor dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya. (opy)
