1 Ton Sampah Diangkat dari Ciliwung Saat Aksi Hari Bumi di Bogor

Peringatan Hari Bumi di Bogor diwarnai aksi bersih Sungai Ciliwung. Lebih dari 1 ton sampah diangkat, jadi peringatan serius dampak pencemaran lingkungan.

Senin, 27 April 2026 - 17:15 WIB
1 Ton Sampah Diangkat dari Ciliwung Saat Aksi Hari Bumi di Bogor
Aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung dalam rangka peringatan Hari Bumi di Kota Bogor. Foto Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.ID — Peringatan Hari Bumi di Kota Bogor tahun ini diisi dengan aksi nyata berupa pembersihan Sungai Ciliwung yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, unsur TNI-Polri, relawan, serta komunitas peduli lingkungan.

Aksi bersih-bersih dilakukan dengan menyusuri aliran sungai di sejumlah titik. Dalam waktu sekitar dua jam, tim gabungan berhasil mengangkat lebih dari 1 ton sampah dari badan sungai dan bantaran.

Temuan di lapangan menunjukkan jenis sampah yang mencemari sungai tidak hanya plastik sekali pakai, tetapi juga limbah rumah tangga seperti popok, tekstil bekas, hingga barang berukuran besar.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Dalam waktu dua jam, kita berhasil mengangkat 1,2 ton sampah. Ini menunjukkan perlunya perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, sampah yang menumpuk tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga meningkatkan risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air, serta menurunkan kualitas air yang berdampak pada kesehatan warga di sekitar bantaran.

Aksi pembersihan dilakukan dari kawasan Taman Soedjana Kassan hingga Jembatan Otista.

Di sepanjang jalur tersebut, ditemukan berbagai jenis sampah seperti plastik, popok, pakaian bekas, hingga kasur yang tersangkut di bebatuan dan menumpuk di tepi sungai.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menilai penanganan persoalan sampah harus dimulai dari hulu, yakni perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Upaya pemilahan sampah dari rumah tangga serta penguatan sistem pengolahan berbasis komunitas menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sungai.

Pemkot Bogor juga menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah hingga sekitar 1.000 ton per hari pada tahun 2028.

Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Edukasi dan keterlibatan generasi muda dinilai krusial dalam membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Perwakilan PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam.

Melalui aksi ini, diharapkan Sungai Ciliwung dapat kembali berfungsi optimal sebagai sumber kehidupan dan penopang keseimbangan ekosistem. (opy)