Pramono Anung Resmikan 4 Kantor Lurah, Pastikan Semua Layanan Warga 100% Gratis

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan empat kantor lurah dan menegaskan seluruh layanan warga wajib gratis tanpa pungutan. Ada target besar hingga 2030

Senin, 4 Mei 2026 - 15:46 WIB
Pramono Anung Resmikan 4 Kantor Lurah, Pastikan Semua Layanan Warga 100% Gratis
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan empat kantor lurah sekaligus dan menegaskan komitmennya terhadap pelayanan publik tanpa biaya.

Ia memastikan seluruh layanan kepada masyarakat harus benar-benar gratis tanpa celah pungutan liar.

Peresmian tersebut berlangsung di wilayah Kelurahan Senen dan mencakup empat lokasi, yakni Kantor Lurah Senen, Tanah Tinggi, Semper Barat, serta Sunter Jaya.

Menurut Pramono, kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengungkapkan telah mengecek langsung layanan di unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dari hasil peninjauan itu, dipastikan bahwa berbagai urusan administrasi—mulai dari perizinan hingga dokumen kependudukan—tidak dikenakan biaya.

“Saya mengingatkan jajarannya agar tidak bermain-main dengan praktik pungutan liar,” katanya.

Ia menegaskan, layanan gratis harus benar-benar diterapkan secara transparan, bukan hanya terlihat di permukaan.

Selain fokus pada layanan administratif, Pramono juga mendorong kantor kelurahan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat.

Ia ingin kelurahan berfungsi sebagai tempat interaksi sosial, di mana warga bisa menyampaikan keluhan dan mencari solusi atas persoalan di lingkungan mereka.

Lebih jauh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembenahan seluruh kantor kelurahan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2030.

Dari total ratusan kelurahan yang ada, semuanya diharapkan memiliki fasilitas yang lebih layak dan nyaman.

Dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan yang lebih humanis, Pramono berharap kehadiran pemerintah di tingkat paling bawah bisa semakin dirasakan masyarakat secara nyata. (fer)