Museum Pajajaran Bogor Siapkan Timeline Sejarah Sunda dari Prasejarah hingga Pakuan Pajajaran
Museum Pajajaran Bogor tengah menyiapkan timeline dan storyline sejarah Sunda mulai era prasejarah hingga Pakuan Pajajaran untuk memperkuat edukasi budaya kepada masyarakat

HALLONEWS.ID – Museum Pajajaran Bogor fokus hadirkan alur sejarah Sunda. Hal ini menandakan, Bogor terus memperkuat identitas sejarah dan budaya melalui pengembangan Museum Pajajaran.
Museum tersebut kini tengah mempersiapkan konsep timeline dan storyline sejarah guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai perjalanan kerajaan di Tatar Sunda.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan penyusunan timeline menjadi bagian penting dalam pengembangan museum agar masyarakat dapat memahami sejarah Pajajaran secara runtut.
Menurutnya, sejarah budaya Sunda perlu disampaikan secara utuh mulai dari asal-usul hingga perkembangan kerajaan-kerajaan besar di tanah Sunda.
Timeline sejarah yang disiapkan, akan menampilkan perjalanan panjang peradaban Sunda dimulai dari masa prasejarah, kemudian berlanjut ke era Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Galuh, Kerajaan Cirebon, hingga masa Kerajaan Pakuan Pajajaran dan Sumedang.
Konsep tersebut disusun oleh tim dari Universitas Padjadjaran dan nantinya akan ditampilkan melalui panel-panel informasi di area museum.
Selain timeline, Museum Pajajaran juga menyiapkan storyline yang menjelaskan hubungan antarkerajaan dan keterkaitan sejarah antarwilayah di Tatar Sunda.
Salah satu artefak penting yang akan menjadi koleksi utama museum adalah Prasasti Batu Tulis.
Artefak tersebut dinilai memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan penobatan raja di masa Pajajaran.
Dedie menyebut prasasti itu juga memuat filosofi budaya Sunda yang masih relevan hingga saat ini, seperti nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh.
“Nilai-nilai tersebut nantinya akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi budaya Sunda melalui konsep museum modern dan informatif,” kata Dedie kepada wartawan Kamis (7/5/2026).
Pemerintah Kota Bogor Menurut Dedie, membuka peluang bertambahnya koleksi Museum Pajajaran di masa mendatang.
Berbagai artefak sejarah yang berkaitan dengan Pajajaran dinilai masih tersebar di sejumlah daerah dan dimungkinkan berasal dari masyarakat maupun keluarga yang memiliki hubungan sejarah dengan kerajaan tersebut.
“Seluruh koleksi yang masuk nantinya akan melalui proses penelitian dan kurasi oleh para ahli sebelum dipamerkan kepada publik,” tegasnya.
Pemerintah berharap, keberadaan Museum Pajajaran dapat menjadi pusat edukasi sejarah Sunda sekaligus destinasi budaya yang memperkuat identitas Kota Bogor. (opy)
