Bandara InJourney Airports Tuntas Layani Keberangkatan Haji 2026, OTP Penerbangan Capai 97 Persen
InJourney Airports menuntaskan fase keberangkatan Haji 2026 dengan melayani 527 penerbangan dan sekitar 204 ribu jemaah. Tingkat ketepatan waktu penerbangan mencapai 97 persen.

HALLONEWS.ID — PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports resmi menuntaskan pelayanan keberangkatan jemaah calon haji menuju Tanah Suci pada penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
Fase keberangkatan ditutup dengan keberangkatan Kloter 116 dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jeddah pada 21 Mei 2026 pukul 23.00 WIB.
Sepanjang periode keberangkatan yang berlangsung sejak 21 April hingga 21 Mei 2026, InJourney Airports mencatat sebanyak 527 penerbangan haji dari 14 bandara menuju Jeddah dan Madinah.
Total penumpang yang diberangkatkan mencapai sekitar 204 ribu orang, termasuk jemaah calon haji dan petugas haji.
Lima bandara tersibuk selama operasional haji tahun ini yakni Bandara Juanda Surabaya dengan sekitar 44 ribu jemaah, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebanyak 35 ribu jemaah, Bandara Adi Soemarmo Solo 29 ribu jemaah, Bandara Kertajati Majalengka 17 ribu jemaah, serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang melayani sekitar 16 ribu jemaah.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan seluruh personel bandara berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah haji.
“Seluruh staf bandara InJourney Airports melayani sepenuh hati jemaah haji untuk turut mengantarkan para jemaah memulai perjalanan ibadah menuju Tanah Suci,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan fase keberangkatan haji tahun ini secara umum berjalan lancar dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance (OTP) mencapai 97 persen.
Dari total 527 penerbangan haji, sebanyak 512 penerbangan tercatat berangkat tepat waktu. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan koordinasi antarinstansi dalam penyelenggaraan angkutan haji.
“Tingginya OTP mencerminkan kolaborasi yang sangat baik antara operator bandara, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, operator ground handling, serta dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya,” kata Mohammad R. Pahlevi.
Keberhasilan menjaga ketepatan waktu penerbangan juga didukung penerapan disiplin alur keberangkatan jemaah, mulai dari asrama haji, pemeriksaan keamanan, perjalanan menuju bandara, hingga proses boarding pesawat.
Selain itu, kesiapan fasilitas sisi udara, pengaturan slot penerbangan, dan alokasi pesawat di bandara turut mendukung kelancaran operasional penerbangan haji.
Layanan Makkah Route Berjalan Lancar
Keberhasilan fase keberangkatan haji juga terlihat dari kelancaran layanan Makkah Route yang diterapkan di empat bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Juanda Surabaya, Adi Soemarmo Solo, dan Sultan Hasanuddin Makassar.
Program Makkah Route merupakan layanan keimigrasian Arab Saudi yang memungkinkan proses pemeriksaan imigrasi dilakukan sejak di Indonesia sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.
Dalam program tersebut, InJourney Airports menyediakan berbagai dukungan seperti area pelayanan khusus, fasilitas penunjang, dukungan teknis, hingga personel aviation security.
“Tahun lalu layanan Makkah Route tersedia di tiga bandara, sedangkan tahun ini bertambah menjadi empat bandara dengan bergabungnya Sultan Hasanuddin Makassar,” ungkap Mohammad R. Pahlevi.
Bandara Yogyakarta Layani Haji Internasional Perdana
Sementara itu, Bandara Internasional Yogyakarta untuk pertama kalinya melayani penerbangan langsung jemaah haji menuju Jeddah dan Madinah pada musim haji tahun ini.
Sekitar 9 ribu jemaah diberangkatkan melalui bandara tersebut. Menurut InJourney Airports, keberhasilan ini menunjukkan kesiapan dan keandalan fasilitas sisi udara maupun sisi darat di Bandara Internasional Yogyakarta.
Setelah fase keberangkatan selesai, InJourney Airports kini bersiap menghadapi fase pemulangan jemaah haji yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni 2026 mendatang. (gin)
