Taruna Ikrar Bicara Masa Depan Kesehatan Dunia, Dari Regenerasi Organ hingga AI Medis
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan dunia medis memasuki era revolusi kesehatan melalui terapi genetik, stem cell, dan AI saat dikukuhkan sebagai Adjunct Professor of Pharmacology di Malaysia.

HALLONEWS.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menegaskan dunia kesehatan tengah memasuki era revolusi medis yang akan mengubah cara manusia mengobati penyakit di masa depan.
Hal itu disampaikan Taruna saat memberikan pidato usai dikukuhkan sebagai Adjunct Professor of Pharmacology di UTMSPACE Services.
Dalam pidatonya di hadapan akademisi, pejabat pemerintah, pelaku industri, dan peserta wisuda, Taruna menilai farmakologi bukan sekadar ilmu yang identik dengan laboratorium, bahan kimia, atau istilah medis rumit. Menurutnya, inti utama ilmu tersebut adalah menyelamatkan kehidupan manusia.
“Setiap obat yang digunakan manusia hari ini hadir karena ada orang-orang yang percaya penderitaan manusia tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang permanen,” ujar Taruna dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (23/5/2026).
Ia kemudian membagikan kisah Emily Whitehead, seorang anak asal Amerika Serikat yang didiagnosis leukemia agresif pada usia enam tahun.
Setelah berbagai terapi gagal, Emily menjalani terapi eksperimental CAR-T Cell, yakni metode pengobatan yang memanfaatkan sel imun tubuh pasien untuk melawan sel kanker.
Perkembangan Ilmu Kedokteran Modern
Taruna mengatakan terapi tersebut menjadi tonggak penting perkembangan ilmu kedokteran modern karena Emily berhasil bertahan hidup dan bebas kanker lebih dari satu dekade.
“Bukan karena keajaiban, bukan pula karena keberuntungan, tetapi karena ilmu pengetahuan tidak menyerah,” katanya.
Menurut Taruna, dunia medis saat ini tidak lagi hanya berfokus mengendalikan gejala penyakit, tetapi mulai bergerak untuk menangani sumber penyakit secara langsung.
Gene Therapy hingga AI
Ia menyebut perkembangan gene therapy, stem cell therapy, precision medicine, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di bidang kesehatan kini bukan lagi sekadar konsep masa depan.
“Terapi genetik, terapi sel punca, hingga AI dalam kesehatan sekarang sudah nyata terjadi,” ujarnya.
Dunia Kesehatan
Taruna juga meyakini dalam beberapa dekade mendatang dunia kesehatan akan mengalami lompatan besar.
Ia mencontohkan kemungkinan penyakit tertentu bisa disembuhkan total, organ tubuh diregenerasi melalui stem cell, hingga gangguan genetik diperbaiki sebelum gejala muncul.
Menurutnya, kemajuan dunia medis bukan hanya soal memperpanjang usia manusia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna turut menekankan pentingnya pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Ia mengingatkan generasi muda agar terus belajar, beradaptasi, dan berani menghadapi perubahan.
“Dunia akan memberi ruang bagi mereka yang terus belajar, terus berkembang, dan berani mencoba hal baru,” katanya.
Sebagai Kepala BPOM RI, Taruna juga menyoroti pentingnya regulasi dalam sektor kesehatan dan farmasi.
Regulasi dan Aturan Administrasi
Menurut dia, regulasi tidak hanya berkaitan dengan aturan administratif, tetapi juga menyangkut perlindungan harapan masyarakat terhadap keamanan dan kualitas obat.
“Ketika pasien menerima obat, ada kepercayaan besar bahwa para ilmuwan, dokter, regulator, dan tenaga kesehatan sudah memastikan obat itu aman dan berkualitas,” ujarnya.

Indonesia dan Malaysia Miliki Peluang Besar
Taruna menilai kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, memiliki peluang besar menjadi pusat inovasi kesehatan, bioteknologi, dan industri farmasi global di masa depan.
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan organisasi internasional dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat kemajuan tersebut.
Di akhir pidatonya, Taruna menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Adjunct Professor of Pharmacology.
Ia juga memberikan pesan kepada para lulusan agar terus bermimpi, berkembang, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (agn)
