BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Masih Terjadi di Tengah Ancaman El Nino

BMKG memperingatkan hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan Jawa Barat, akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.

Selasa, 26 Mei 2026 - 8:40 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Masih Terjadi di Tengah Ancaman El Nino
Anomali suhu muka laut Indonesia Dasarian II Mei 2026. Foto/BMKG for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada awal pekan ini.

Cuaca ekstrem tersebut dipicu kombinasi berbagai dinamika atmosfer yang masih aktif di kawasan Indonesia, mulai dari gelombang tropis hingga tingginya kelembapan udara.

BMKG mencatat pada awal pekan lalu sejumlah daerah mengalami curah hujan harian dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 133,1 milimeter per hari. Disusul Sulawesi Selatan 112,8 mm per hari, Jawa Timur 105,2 mm per hari, Sumatera Utara 105 mm per hari, serta DKI Jakarta 68,6 mm per hari.

Dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan periode 22-28 Mei 2026, BMKG menyebut aktivitas atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.

“Kombinasi aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta kelembapan udara yang tinggi berpotensi mendukung pembentukan awan hujan,” tulis BMKG, dikutip Hallonews, Selasa (26/5/2026).

Meski fenomena El Nino mulai berkembang dengan nilai indeks NINO 3.4 sebesar +0,68, BMKG menilai dinamika atmosfer intraseasonal masih cukup kuat memicu hujan di sejumlah daerah.

Salah satunya dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi aktif di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Selain itu, beberapa gelombang atmosfer seperti Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diprakirakan aktif dan memicu peningkatan suplai uap air pembentuk hujan.

BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang membentuk daerah perlambatan angin dan meningkatkan potensi hujan lebat.

Kondisi tersebut diperkirakan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan hingga 28 Mei 2026.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.

Potensi hujan juga diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan genangan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (dul)