Renungan Iduladha di Lapas Cibinong Bikin Haru, Warga Binaan Diajak Tinggalkan Masa Lalu Kelam
Menjelang Iduladha 1447 H, Lapas Cibinong menggelar renungan spiritual yang menyentuh hati warga binaan. Pembinaan rohani ini jadi bekal penting untuk perubahan diri dan masa depan lebih baik.

HALLONEWS.ID — Suasana khidmat dan penuh haru terasa di Masjid At-Taubah, Lapas Kelas IIA Cibinong, saat ratusan warga binaan mengikuti kegiatan renungan spiritual menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan mental dan keagamaan yang rutin dilakukan pihak lapas guna membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kegiatan itu, warga binaan mendapatkan tausiyah keagamaan, doa bersama, serta pembekalan rohani mengenai makna Iduladha sebagai momentum introspeksi dan perubahan diri.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, mengatakan Iduladha bukan sekadar perayaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang keikhlasan, pengendalian diri, dan semangat memperbaiki kehidupan.
“Momentum Iduladha kami manfaatkan untuk memperkuat pembinaan spiritual warga binaan agar mereka memiliki kesadaran diri dan semangat menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wisnu, Selasa (25/5/2026).
Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan karena membantu warga binaan membangun mental yang lebih positif selama menjalani masa pidana.
Dalam tausiyah yang diberikan, warga binaan diajak memahami makna kurban sebagai simbol pengorbanan ego, emosi, serta perilaku negatif yang selama ini menjadi hambatan dalam kehidupan.
Selain memperdalam nilai religius, kegiatan tersebut juga menjadi sarana motivasi agar warga binaan tidak menyerah terhadap masa depan dan tetap optimistis menjalani hidup setelah bebas nanti.
Salah seorang warga binaan berinisial C mengaku kegiatan renungan spiritual itu membuat dirinya lebih tenang dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia menyebut peringatan Iduladha memberikan harapan baru bahwa setiap orang memiliki kesempatan memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih positif.
Melalui pembinaan spiritual berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong berharap warga binaan dapat memiliki bekal mental, moral, dan keagamaan yang kuat sehingga mampu menjalani proses reintegrasi sosial dengan baik setelah menyelesaikan masa hukuman.
Pada akhirnya, nilai utama Iduladha tidak hanya soal pengorbanan materi, tetapi juga tentang keberanian seseorang meninggalkan masa lalu dan memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik. (opy)
