Siapa Silmy Karim? Ini Perjalanan Karier Wamen Imipas yang Jadi Sorotan KPK
Silmy Karim akhirnya memenuhi panggilan KPK setelah sempat dicari dalam rangkaian OTT Jakarta Barat. Simak perjalanan kariernya dari pakar ekonomi, petinggi BUMN, hingga menjadi Wamen Imipas.

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim muncul di Gedung KPK pada Rabu (3/6) malam, setelah sebelumnya menjadi salah satu pihak yang dicari penyidik dalam pengembangan kasus OTT Jakarta Barat.
Silmy tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.32 WIB dengan mengenakan kemeja batik dan didampingi sejumlah pengawal. Hingga kini, statusnya masih sebagai pihak yang diperiksa penyidik.
Di balik kasus yang tengah bergulir, Silmy Karim dikenal sebagai sosok dengan perjalanan karier panjang di bidang ekonomi, pertahanan, hingga birokrasi pemerintahan.
Silmy dilantik sebagai Wamen Imipas pada 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum masuk kabinet, namanya lebih dulu dikenal sebagai profesional yang kerap dipercaya mengisi posisi strategis di berbagai lembaga negara dan BUMN.
Lulusan Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia itu memulai kiprahnya sebagai anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI pada 2008-2009.
Tim tersebut dibentuk untuk mengawal proses pengambilalihan bisnis milik TNI oleh negara sesuai amanat reformasi.
Peran itu membuka jalan bagi Silmy untuk membangun jejaring luas di lingkungan pertahanan. Setelah tugasnya selesai, ia direkrut ke Kementerian Pertahanan dan menjadi anggota Dewan Penasihat.
Di kementerian tersebut, Silmy dikenal dekat dengan Sjafrie Sjamsoeddin yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan.
Kedekatan itu turut membawanya mendalami bidang pertahanan dan militer melalui berbagai program pendidikan internasional, termasuk di NATO School, Jerman, dan Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.
Tak hanya berkecimpung di sektor pertahanan, Silmy juga aktif di bidang ekonomi dan investasi.
Ia pernah menjadi penasihat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta dipercaya masuk lingkaran Istana pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.
Kariernya kemudian berlanjut ke Badan Intelijen Negara (BIN). Pada 2013, ia ditunjuk sebagai anggota Dewan Analis Strategis BIN berkat kombinasi pengalamannya di bidang ekonomi, pertahanan, dan kebijakan publik.
Namun nama Silmy Karim paling banyak dikenal publik melalui kiprahnya di sejumlah perusahaan pelat merah.
Ia pernah menjabat Komisaris PT PAL Indonesia, Direktur Utama PT Pindad, Direktur Utama PT Barata Indonesia, hingga Direktur Utama PT Krakatau Steel. Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi Komisaris PT Telkom Indonesia.
Perjalanan kariernya berubah arah pada 2023 saat dipercaya menjadi Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM. Jabatan tersebut menjadi pintu masuk bagi Silmy ke kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran setelah kemenangan Pilpres 2024.
Kini, di tengah sorotan terkait OTT KPK di Jakarta Barat, nama Silmy Karim kembali menjadi perhatian publik. Penyidik KPK masih terus mendalami keterangannya untuk mengungkap rangkaian kasus yang sedang ditangani lembaga antirasuah tersebut. (dul)
