KDM Sebut Sampah Jadi Berkah, Warga Bekasi Kini Bisa Bikin SIM dari Botol Plastik
Polres Metro Bekasi meluncurkan Green Service, inovasi layanan SIM berbasis pemilahan sampah. Program ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

HALLONEWS.ID – Tumpukan botol plastik, kardus bekas, hingga minyak jelantah yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa memiliki nilai lebih. Limbah rumah tangga itu kini diubah menjadi manfaat melalui program inovatif yang mendukung pelestarian lingkungan.
Di Kabupaten Bekasi, sampah bahkan kini dapat digunakan untuk membantu membayar biaya pembuatan maupun perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Inovasi tersebut hadir melalui program Green Service yang diluncurkan Polres Metro Bekasi. Program ini menggabungkan pelayanan publik dengan gerakan peduli lingkungan melalui sistem tabungan sampah.
Lewat program tersebut, warga cukup memilah sampah dari rumah, menyetorkannya ke bank sampah, lalu hasil penjualannya akan dicatat sebagai saldo yang dapat digunakan untuk membayar layanan publik tertentu.
Langkah unik ini langsung mendapat perhatian dan apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar dapat diatasi bersama.
“Sampah itu problem kita semua. Menjadi masalah ketika tidak mampu dikelola, tetapi bisa menjadi berkah ketika dikelola dengan baik,” kata pria yang akrab disapa KDM ini, Minggu (7/6/2026).
Ia juga mengapresiasi Polres Metro Bekasi yang dinilai aktif mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian serius.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menjelaskan, program Green Service dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni memilah sampah di rumah berdasarkan jenisnya.
Botol plastik, tutup botol, kardus bekas, minyak jelantah hingga bahan untuk pembuatan eco-enzyme dapat dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah terdekat. Setelah ditimbang oleh petugas, nilai ekonominya akan masuk ke dalam rekening tabungan sampah milik warga.
Menariknya, masyarakat tidak harus datang ke Bank Sampah Polres Metro Bekasi. Saat ini terdapat 482 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi dan telah terintegrasi dengan program tersebut.
“Kegiatan penimbangan dilakukan setiap Senin sampai Jumat. Nilainya akan dicatat sebagai saldo yang nantinya bisa digunakan untuk membayar layanan publik,” kata mantan Kapolres Cirebon ini.
Berapa Banyak Sampah yang Dibutuhkan untuk Membuat SIM?
Biaya pembuatan SIM A baru di Polres Metro Bekasi mencapai sekitar Rp305 ribu, sedangkan SIM C baru sekitar Rp285 ribu. Untuk perpanjangan, biaya SIM A sekitar Rp265 ribu dan SIM C sekitar Rp260 ribu.
Jika seluruh tabungan berasal dari botol plastik dengan harga sekitar Rp3.000 per kilogram, warga perlu mengumpulkan sekitar 102 kilogram botol plastik untuk membuat SIM A baru dan sekitar 95 kilogram untuk SIM C baru.
Namun jumlah tersebut bisa lebih sedikit apabila masyarakat menabung jenis sampah yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti minyak jelantah atau tutup botol plastik.
Sumarni menjelaskan, apabila saldo tabungan sampah belum mencukupi seluruh biaya layanan, masyarakat tetap dapat menambah kekurangannya menggunakan uang pribadi.
Program Green Service mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Risky Pangestu (28), warga Cikarang Utara.
Menurut Risky, program tersebut memberikan manfaat langsung karena selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, hasilnya juga dapat digunakan untuk mengurus kebutuhan administrasi.
“Program ini bagus dan memudahkan masyarakat. Sekarang kami bisa bikin SIM dari hasil mengumpulkan sampah plastik,” ujarnya.
Saat mengikuti program tersebut, Risky mengaku membawa lebih dari lima kilogram botol plastik yang telah dikumpulkannya dari rumah.
Baginya, manfaat terbesar dari program ini bukan hanya soal biaya pembuatan SIM, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.
Dengan Green Service, Polres Metro Bekasi ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Sampah yang dianggap tidak berguna kini justru menjadi jalan menuju pelayanan sekaligus lingkungan yang lebih bersih. (dul)
