Sore Ini Dilantik Prabowo, Ini Profil Said Iqbal yang Meniti Karier dari Buruh Pabrik di Bekasi
Said Iqbal akan dilantik Presiden Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Simak profil dan perjalanan karier tokoh buruh nasional ini.

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026).
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Said Iqbal. Ia mengungkapkan pelantikan akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada sore hari. ”Jam 16.30 dilantik di Istana,” kata Said Iqbal kepada wartawan.
Menurut Said, informasi pelantikan disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, yang menghubunginya sehari sebelumnya.
Dengan jabatan barunya itu, Said Iqbal akan menjadi salah satu penasihat Presiden yang bertugas memberikan masukan terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Posisi tersebut memiliki kedudukan setingkat menteri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024.
Penunjukan Said Iqbal langsung menyita perhatian publik. Selama lebih dari dua dekade, namanya dikenal sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia yang kerap berada di garis depan memperjuangkan hak-hak pekerja.
Berawal dari Karyawan Pabrik di Bekasi
Tidak banyak yang tahu, perjalanan Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai dari bawah. Pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 itu pernah bekerja sebagai staf di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi pada awal 1990-an.
Dari lingkungan pabrik itulah ia mulai mengenal berbagai persoalan ketenagakerjaan dan terlibat aktif dalam gerakan buruh. Setelah era reformasi, Said bersama sejumlah aktivis mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Karier organisasinya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Presiden FSPMI dan kemudian memimpin KSPI, salah satu konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia.
Di balik citranya sebagai pemimpin aksi buruh, Said Iqbal memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng. Ia merupakan alumnus SMAN 51 Jakarta dan melanjutkan pendidikan di bidang teknik mesin.
Said meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Jayabaya sebelum menyelesaikan pendidikan Magister Ekonomi di Universitas Indonesia. Meski memiliki peluang berkarier di dunia profesional, Said memilih mengabdikan diri dalam perjuangan hak-hak pekerja.
Nama Said Iqbal juga dikenal di tingkat internasional. Pada 2013, ia menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV.
Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan kebebasan berserikat dan hak-hak pekerja.
Saat itu, Said Iqbal disebut berhasil mengungguli ratusan kandidat dari berbagai negara. Sepanjang kariernya, Said Iqbal dikenal sebagai sosok yang aktif mengawal berbagai isu ketenagakerjaan.
Salah satu gerakan yang paling dikenal adalah HOSTUM atau Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah. Gerakan tersebut sempat memicu aksi mogok nasional besar-besaran pada 2012 hingga 2013 dan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.
Selain itu, ia juga terlibat dalam perjuangan pembentukan sistem jaminan sosial nasional melalui Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS). Gerakan tersebut turut mendorong lahirnya program BPJS Kesehatan dan Jaminan Pensiun yang kini dinikmati jutaan pekerja Indonesia.
Kini, setelah bertahun-tahun menjadi suara kaum pekerja di jalanan dan meja perundingan, Said Iqbal akan memasuki babak baru sebagai bagian dari lingkaran strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (dul)
