Cuaca Bogor Terasa Lebih Panas, BMKG: Belum Masuk Musim Kemarau

BMKG Dramaga memastikan cuaca panas yang dirasakan warga Bogor masih tergolong normal dan belum menandakan masuknya musim kemarau.

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:35 WIB
Cuaca Bogor Terasa Lebih Panas, BMKG: Belum Masuk Musim Kemarau
Pemetaan BMKG wilayah yang terdampak panas. Foto: Humas BMKG for Hallonews

HALLONEWS.ID – Warga Kota Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih panas dibanding biasanya.

Kondisi ini ditandai dengan langit yang cenderung cerah, minim hujan, serta teriknya sinar matahari pada siang hari.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong normal dan belum menjadi indikator bahwa Bogor telah memasuki musim kemarau.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Mirnawati Z, menjelaskan bahwa penentuan awal musim kemarau tidak dapat didasarkan hanya pada cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari.

Penetapan musim harus mengacu pada data curah hujan dalam periode waktu yang lebih panjang.

Menurutnya, pada Juni 2026 pola angin di wilayah Jawa Barat mulai didominasi angin muson timuran yang memiliki karakter lebih kering.

Kondisi ini menyebabkan peluang hujan berkurang sehingga udara terasa lebih panas dan kering dibanding sebelumnya.

“Cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir masih merupakan kondisi yang normal. Pada bulan Juni memang mulai terjadi dominasi angin muson timuran yang cenderung membawa massa udara lebih kering,” ujar Mirnawati, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data perkembangan musim Jawa Barat hingga Dasarian III Mei 2026, sekitar 17 persen wilayah telah memasuki musim kemarau.

Sementara itu, sekitar 81 persen wilayah lainnya masih berada dalam kategori musim hujan.

Kota Bogor termasuk dalam wilayah Tipe 1 Musim bersama sebagian wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Karakteristik wilayah ini berada di kawasan pegunungan sehingga tidak memiliki batas yang tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

Mirnawati menjelaskan, wilayah Bogor memiliki curah hujan yang relatif tersedia sepanjang tahun.

Intensitas hujan memang dapat mengalami peningkatan maupun penurunan, namun jarang mengalami periode kering berkepanjangan seperti yang sering terjadi di kawasan Pantai Utara Jawa Barat.

Faktor geografis berupa wilayah pegunungan juga membuat proses pembentukan awan hujan lebih mudah terjadi. Karena itu, peluang hujan tetap ada meskipun cuaca pada siang hari terasa panas.

BMKG menambahkan, suatu daerah baru dapat dinyatakan memasuki musim kemarau apabila curah hujan dalam satu dasarian atau periode 10 hari berada di bawah 50 milimeter dan kondisi tersebut berlanjut pada dasarian berikutnya. Hingga saat ini, syarat tersebut belum terpenuhi di wilayah Bogor.

Untuk prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, BMKG memperkirakan kondisi cerah hingga cerah berawan masih mendominasi pada pagi dan siang hari.

Sementara pada sore hingga malam hari, langit diperkirakan berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang.
Potensi hujan diperkirakan meningkat dalam 10 hari ke depan, terutama sekitar pertengahan Juni 2026.

Hujan berintensitas ringan hingga sedang berpeluang turun pada sore menjelang malam di sejumlah wilayah Bogor.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta terus memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca. (opy)