KRB Perkuat Status sebagai Calon Warisan Dunia UNESCO Lewat Konservasi Flora dan Sejarah Ilmiah

Kebun Raya Bogor memperkuat statusnya sebagai calon Warisan Dunia UNESCO melalui konservasi lebih dari 15.000 koleksi tumbuhan, sejarah penelitian ilmiah, dan pelestarian kawasan bersejarah yang telah berdiri sejak 1817.

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB
KRB Perkuat Status sebagai Calon Warisan Dunia UNESCO Lewat Konservasi Flora dan Sejarah Ilmiah
Kebun Raya Bogor dengan pepohonan langka dan tua, jadi inspirasi dan tempat wisata yang sejuk. (Foto: Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – Kebun Raya Bogor terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat konservasi tumbuhan tropis terpenting di Indonesia.

Berdiri sejak 18 Mei 1817, kawasan yang kini menjadi ikon Kota Bogor tersebut telah berkembang menjadi laboratorium hidup, pusat penelitian, sekaligus destinasi edukasi yang masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO.

Pengakuan tersebut didasarkan pada nilai universal yang dimiliki Kebun Raya Bogor, mulai dari kekayaan koleksi tumbuhan tropis, kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, hingga pelestarian lanskap dan bangunan bersejarah yang masih terjaga.

Sebagai salah satu kebun raya tertua di Asia Tenggara, Kebun Raya Bogor memiliki luas sekitar 87 hektare dengan lebih dari 15.000 koleksi pohon dan tumbuhan dari berbagai wilayah tropis.

Di dalamnya tersimpan beragam flora asli Indonesia, termasuk spesies langka dan endemik yang menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati nasional.

Keberadaan koleksi tersebut menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai pusat konservasi ex-situ yang berperan menjaga kelangsungan berbagai jenis tumbuhan yang mulai terancam di habitat alaminya.

Tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, Kebun Raya Bogor juga memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Berbagai lembaga penelitian lahir dari kawasan ini, di antaranya Herbarium Bogoriense, Kebun Raya Cibodas, dan Museum Zoologi Bogor.

UNESCO juga mencatat lebih dari 24 institusi ilmiah berkembang dari keberadaan Kebun Raya Bogor.

Nilai historis kawasan ini semakin kuat dengan masih terpeliharanya berbagai bangunan bergaya kolonial, jalur taman bersejarah, serta pepohonan tua yang menjadi saksi perkembangan penelitian botani selama lebih dari dua abad.

Selain melayani kegiatan riset, Kebun Raya Bogor juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Setiap tahun kawasan ini dikunjungi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan yang ingin mempelajari keanekaragaman tumbuhan sekaligus menikmati lingkungan yang hijau dan sejuk.

Salah seorang pengunjung yang mengikuti kegiatan yoga di kawasan tersebut mengaku merasakan suasana yang nyaman berkat rindangnya pepohonan dan udara yang segar.

Menurutnya, lingkungan alami memberikan pengalaman berolahraga yang lebih menenangkan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-209 Kebun Raya Bogor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Mitra Natura Raya meresmikan Taman Araceae sebagai taman tematik terbaru.

Managing Director KebunRaya.id PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan taman tersebut dirancang sebagai media edukasi agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat keluarga tumbuhan Araceae beserta manfaatnya bagi kehidupan.

Sementara itu, Peneliti Araceae BRIN, Yuzammi, menjelaskan bahwa famili Araceae terdiri atas sekitar 151 genus dan 2.645 spesies yang tersebar di kawasan tropis dunia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pusat keanekaragaman Araceae dengan sekitar 60 genus dan lebih dari 700 spesies.

Beberapa jenis yang kini menghadapi ancaman di habitat aslinya antara lain Amorphophallus titanum, Amorphophallus manta, Aglaonema rotundum, dan Alocasia suhirmaniana.

Selain memiliki nilai konservasi tinggi, sejumlah spesies Araceae juga dimanfaatkan sebagai bahan pangan, seperti porang (Amorphophallus muelleri), talas (Colocasia esculenta), dan suweg (Amorphophallus paeoniifolius).

Dengan kekayaan koleksi tumbuhan, sejarah panjang penelitian, serta komitmen terhadap konservasi dan edukasi, Kebun Raya Bogor terus menunjukkan perannya sebagai warisan ilmu pengetahuan yang memiliki arti penting bagi Indonesia maupun dunia. (opy)