Prabowo Sentil Birokrat, TNI, Polri hingga Jaksa: Intropeksi, Bintangmu dari Rakyat!

Prabowo meminta birokrat, TNI, Polri, dan kejaksaan melakukan introspeksi serta mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan mereka berasal dari rakyat.

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:30 WIB
Prabowo Sentil Birokrat, TNI, Polri hingga Jaksa: Intropeksi, Bintangmu dari Rakyat!
Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian lima bendungan di Indonesia di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (Setpres for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas kepada jajaran birokrasi, aparat TNI, Polri, hingga kejaksaan agar tak melupakan amanah yang diberikan rakyat. Setiap pejabat negara wajib melakukan introspeksi dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Di hadapan para pejabat yang hadir, Prabowo menekankan bahwa seluruh aparatur negara bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.

“Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Kita semua harus introspeksi. Pejabat militer dan polisi juga introspeksi. Saudara adalah milik rakyat,” kata Prabowo.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa seluruh fasilitas, pangkat, hingga atribut yang dikenakan aparat negara berasal dari uang rakyat.

Karena itu, ia meminta seluruh penyelenggara negara tidak pernah melupakan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu,” tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan pesan serupa kepada jajaran kejaksaan yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga. Kau juga milik rakyat,” katanya.

Pidato tersebut disampaikan bersamaan dengan peresmian lima bendungan strategis nasional, yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Presiden berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan air dan pangan nasional, tetapi juga menjadi pengingat bahwa seluruh kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kepentingan rakyat. (dul)