Jelang Konferensi Pers, Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Siaga Penuh di Polda Metro Jaya

Puluhan personel Brimob bersenjata lengkap mengamankan barang bukti hasil penggeledahan di 13 lokasi yang dilakukan tim Kortas Tipidkor Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Rabu (8/7/2026) lalu.

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:24 WIB
Jelang Konferensi Pers, Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Siaga Penuh di Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Foto: Polda Metro Jaya for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Pengamanan superketat mewarnai persiapan konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026) sore. Puluhan personel Brimob bersenjata lengkap disiagakan untuk mengamankan barang bukti hasil penggeledahan di 13 lokasi dalam penyidikan dugaan mega proyek korupsi, Rabu (8/7/2026) lalu.

Pantauan Hallonews di lokasi menunjukkan puluhan personel Brimob berjaga di sekitar pelataran dan di dalam Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Sejumlah koper berisi barang bukti tampak dipindahkan dari Gedung Krimsus menuju Gedung Promoter Polda Metro Jaya sebagai bagian dari persiapan gelar perkara dan konferensi pers.

Barang bukti tersebut merupakan hasil penggeledahan di 13 lokasi yang dilakukan tim Kortas Tipidkor Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam penyidikan dugaan korupsi pasokan batu bara PT PLN yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya blackout.

Penyelidikan juga dikembangkan untuk menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan sejumlah perkara, termasuk PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS dan PT KNI.

Dalam penggeledahan di Cafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) lalu, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari. Di dalamnya terdapat uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai jika dikonversikan mencapai sekitar Rp60 miliar.

Sementara itu, penggeledahan di kawasan Sentul menghasilkan temuan yang lebih besar. Penyidik menyita tujuh koper yang berisi 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam mata uang asing.

Hingga Jumat sore, aparat masih melakukan pengamanan ketat terhadap seluruh barang bukti sebelum dipamerkan dalam konferensi pers. Polisi diperkirakan akan menjelaskan konstruksi perkara, asal-usul aset yang disita, serta perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang tersebut. (*)