KPK Bongkar Barang Bukti OTT Bupati Sukoharjo, Ada Emas dan Valas Miliaran

KPK menyita logam mulia, uang rupiah, serta dolar Australia dan Singapura bernilai miliaran rupiah dalam OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:00 WIB
KPK Bongkar Barang Bukti OTT Bupati Sukoharjo, Ada Emas dan Valas Miliaran
Penampakan Bupati Sukoharjo Etik Suryani tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (KPK for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah barang bukti bernilai miliaran rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Selain uang tunai, penyidik turut mengamankan logam mulia dan mata uang asing yang kini menjadi bagian dari proses penyidikan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, barang bukti yang diamankan terdiri atas uang rupiah, valuta asing, serta logam mulia.

“Selain mengamankan sejumlah orang, tim mengamankan barang bukti dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas. Ada dolar Australia, kemudian dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah,” kata Budi, Jumat (10/7/2026).

Meski telah mengungkap jenis barang bukti yang disita, KPK belum merinci jumlah masing-masing aset maupun asal-usulnya. Penyidik masih mendalami keterkaitan barang bukti tersebut dengan perkara yang sedang diusut.

KPK mengungkap operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan yang diduga dilakukan kepala daerah terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

“Perkara ini diduga terkait dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati,” sambung Budi.

Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci modus dugaan pemerasan maupun nilai yang diduga mengalir dalam perkara tersebut. Seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif sebelum KPK menentukan status hukum mereka.

Etik Suryani diamankan tim KPK pada Kamis (9/7/2026) di rumah dinas Bupati Sukoharjo, wilayah Solo Raya. Setelah penangkapan, ia langsung dibawa ke Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan awal selama sekitar delapan jam.

Dalam proses tersebut, tim KPK juga terlihat membawa enam koper berwarna hijau dari lokasi pemeriksaan. Menjelang pagi pukul 05.45 WIB, Etik diberangkatkan melalui Bandara Adi Soemarmo menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.

Saat keluar dari Mapolresta Solo, Etik tampak mengenakan kemeja putih, rompi hitam, dan masker. Ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media meski sempat dicegat sejumlah wartawan.

Selain Etik Suryani, KPK juga mengamankan empat orang lainnya dalam operasi tangkap tangan tersebut. Hingga kini identitas maupun peran mereka belum diungkap ke publik.

Penyidik masih memiliki waktu sesuai ketentuan hukum untuk menentukan status para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan setelah pemeriksaan selesai. (dul)