Siklon Tropis Haishen Masih Pengaruhi Cuaca Indonesia, BMKG Minta Warga Waspada Hujan Ekstrem
Siklon Tropis Haishen masih memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat, banjir, dan cuaca ekstrem, terutama di wilayah timur Indonesia.

HALLONEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Selasa (14/7/2026).
Kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Haishen yang masih bertahan di Samudra Pasifik, tepatnya di utara Papua.
BMKG menjelaskan, keberadaan siklon tersebut memicu terbentuknya jalur pertemuan massa udara (konvergensi) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
“Fenomena tersebut memicu terbentuknya jalur pertemuan massa udara (konvergensi) yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, terutama di kawasan timur Indonesia,” tulis BMKG, dikutip Hallonews, Selasa (14/7/2026).
Dalam analisis terbarunya, BMKG menyebut Siklon Tropis Haishen masih berada pada Kategori 1 dengan intensitas yang relatif stabil. Meski demikian, sistem ini tetap memengaruhi kondisi atmosfer di sekitar Laut Sulawesi, perairan utara Papua, hingga kawasan timur Indonesia.
BMKG juga menetapkan Papua sebagai salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Selain itu, jalur konvergensi terpantau membentang dari Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, hingga Papua. Kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
“Kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujar BMKG.
Masyarakat, khususnya di Papua dan wilayah sekitarnya, diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor akibat hujan yang turun dalam durasi cukup lama.
Prakiraan Cuaca Kota Besar
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di sejumlah kota besar diperkirakan sebagai berikut:
Pulau Sumatera
Hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Bengkulu, dan Tanjung Pinang. Sementara Banda Aceh, Padang, dan Palembang diprakirakan mengalami udara kabur. Adapun Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprediksi berawan hingga cerah berawan.
Pulau Jawa
Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Serang diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Surabaya berpotensi mengalami udara kabur.
Bali dan Nusa Tenggara
Denpasar, Mataram, dan Kupang diprakirakan cerah berawan.
Kalimantan
Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin didominasi cuaca berawan. Sementara Tanjung Selor berpotensi diguyur hujan disertai petir.
Sulawesi
Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Mamuju diprakirakan berawan. Adapun Palu diprediksi mengalami udara kabur.
Maluku dan Papua
Ambon diprakirakan diguyur hujan ringan. Hujan ringan juga berpotensi terjadi di Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Sementara Ternate, Sorong, dan Merauke diprakirakan cerah berawan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (dul)
