Pemkab Bekasi Percepat Pembangunan PSEL, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Pemkab Bekasi mempercepat pembangunan PSEL untuk mengolah 1.000 ton sampah per hari. Proyek ditargetkan mulai dibangun akhir 2026 dan beroperasi pada 2029.

Kamis, 23 Juli 2026 - 9:37 WIB
Pemkab Bekasi Percepat Pembangunan PSEL, Target Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja didampingi Sekretaris Daerah Endin Samsudin memaparkan data terbaru dalam rapat koordinasi PSEL dengan Danantara. (Foto: Pemkab Bekasi for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat realisasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi timbulan sampah yang mencapai sekitar 1.300 ton per hari.

Langkah percepatan itu mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Danantara Investment Management yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, di Ruang Rapat Plt Bupati Bekasi, Kamis (23/7/2026).

Danantara Investment Management menyampaikan bahwa proses pemilihan mitra strategis pembangunan PSEL telah rampung. Perusahaan Everbright Harmony, yang bergerak di bidang pengolahan sampah menjadi energi, ditunjuk sebagai mitra pelaksana proyek.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai kebutuhan utama agar proyek strategis tersebut dapat segera memasuki tahap pembangunan.
Menurut dia, lahan seluas lima hektare telah menjadi aset pemerintah daerah.

“Anggaran sebesar Rp16,5 miliar telah dialokasikan untuk pematangan lahan. Kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti pelebaran akses jalan dan pembangunan jembatan menuju lokasi PSEL,” kata Asep.

Asep menegaskan, pembangunan PSEL tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang mencapai sekitar 3,4 juta jiwa serta aktivitas ribuan perusahaan di kawasan industri, kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dinilai semakin mendesak.

Pada tahap awal operasional, fasilitas PSEL ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut nantinya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai kemampuan optimal seiring kesiapan sistem operasional dan pengangkutan sampah.

Sementara itu, Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengatakan penetapan Everbright Harmony sebagai mitra strategis menjadi langkah penting menuju pelaksanaan proyek.

”Pada tahun ini proyek difokuskan pada penyelesaian tahap desain. Selanjutnya, peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan dapat dilakukan pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027,” katanya.

Menurut Fadli, proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun sehingga fasilitas PSEL ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Fadli juga menilai kesiapan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung pembangunan proyek tersebut sudah cukup baik, terutama dari sisi penyediaan lahan, pematangan lahan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Ia optimistis sinergi antara pemerintah daerah dan Danantara Investment Management akan mempercepat realisasi proyek sehingga PSEL dapat menjadi solusi pengelolaan sampah modern yang mampu mengurangi beban sampah harian menghasilkan energi listrik. (ADV)