Musim Kemarau Makin Ekstrem, Karhutla Bakar Wilayah Aceh hingga Jawa Barat
BNPB mencatat karhutla melanda sejumlah wilayah dari Aceh hingga Jawa Barat. Masyarakat diminta waspada memasuki puncak musim kemarau pada Agustus.

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Indonesia. Memasuki puncak musim kemarau ada Agustus, masyarakat diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi kering.
”Periode laporan 27-28 Juli 2026, bencana karhutla terjadi di Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa (29/7/2026).
Di Kota Lhokseumawe, Aceh, kebakaran melanda lahan seluas dua hektare di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua. Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian berkat penanganan gabungan setempat.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sekitar empat hektare kawasan hutan milik Perhutani di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, terbakar.
“Medan yang berada di kawasan perbukitan membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit. Bahkan, hingga Senin (27/7), titik api masih kembali muncul akibat embusan angin yang menyulut dedaunan dan semak kering,” ucapnya.
Di Jawa Tengah, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Blora, Wonogiri, Klaten, dan Grobogan. Luas lahan terbakar bervariasi antara satu hingga 3,4 hektare. Sebagian kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun sisa panen yang tidak terkendali.
Sementara di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kebakaran bermula dari area pemakaman di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, sebelum merambat ke lahan di sekitarnya. Petugas berhasil memadamkan api, namun penyisiran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa.
Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan 10 kepala keluarga terdampak. Tiga rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan tujuh lainnya rusak ringan.
Di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bencana tanah longsor akibat abrasi Sungai Batang Hari dan pergeseran tanah berdampak pada 10 kepala keluarga. “Tiga rumah dilaporkan rusak berat, sementara warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman,” ungkapnya.
BNPB mengimbau masyarakat tak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan membakar selama musim kemarau. Warga diminta menghemat penggunaan air bersih, menyiapkan cadangan air, serta tetap mewaspadai potensi bencana geologi seperti gempa.
”Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana selama puncak musim kemarau,” tandasnya. (dul)
