Akpol Punya Laboratorium Sosial, Fokus Cetak SDM Unggul, Humanis dan Proaktif

Polri resmikan Laboratorium Sosial Sains di Akpol Semarang. Langkah ini jadi kunci transformasi SDM dari reaktif ke proaktif berbasis riset dan realitas sosial

Senin, 30 Maret 2026 - 19:16 WIB
Akpol Punya Laboratorium Sosial, Fokus Cetak SDM Unggul, Humanis dan Proaktif
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan groundbreaking Laboratorium Sosial Polri di Akpol, Semarang. Hallonews

HALLONEWS.ID – Di tengah tuntutan zaman yang kian kompleks, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menggeser cara pandangnya. Tak lagi sekadar reaktif, kini Polri menata langkah menuju institusi yang lebih proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Komitmen itu terlihat jelas dalam peresmian pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Senin (30/3/2026).

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, di lingkungan Perpustakaan Akpol.

Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol perubahan besar dalam tubuh Polri. Selama ini, pendekatan kepolisian kerap dianggap bertumpu pada intuisi dan respons cepat di lapangan.
Kini, paradigma itu mulai diubah.

“Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi emosional. Setiap tindakan harus didasarkan pada riset yang mendalam,” tegas Dedi Prasetyo.

Laboratorium ini dirancang untuk memastikan para taruna memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Berbeda dengan metode konvensional, Laboratorium Sosial Sains menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual. Taruna tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dinamika sosial di masyarakat.

Konsep ini diperkuat oleh pandangan Rodiyah Tangwun, yang menilai pendekatan laboratorium sosial sebagai metode pembelajaran reflektif berbasis realitas.

Dalam praktiknya, laboratorium ini memiliki tiga fungsi utama yakni ruang belajar berbasis fakta sosial nyata, penguatan kualitas pendidikan antara teori dan praktik dan wadah kolaborasi aktif antara taruna dan masyarakat

Mencetak Polisi Masa Depan

Lebih dari sekadar inovasi pendidikan, program ini menjadi fondasi dalam membentuk karakter polisi masa depan. Polri menargetkan lahirnya perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan kecerdasan holistik.

Beberapa dampak yang diharapkan antara lain
penguatan integritas dan komitmen moral, peningkatan keterampilan praktis berbasis situasi nyata.

Kemudian kemampuan analisis dan prediksi dinamika sosial, kepemimpinan yang adaptif dan solutif.

Dengan pendekatan ini, polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver di tengah masyarakat.

Transformasi ini juga tidak berjalan sendiri. Polri menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk membangun ekosistem keilmuan kepolisian.

Kehadiran akademisi dari berbagai universitas dalam peresmian tersebut menjadi bukti bahwa reformasi Polri kini berbasis kolaborasi antara institusi negara dan dunia pendidikan.

Langkah ini juga diperkuat dengan pengembangan pusat studi kepolisian di berbagai kampus sebagai bagian dari strategi knowledge-based policing.

Kehadiran Laboratorium Sosial Sains di Akpol menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi Polri. Ini bukan hanya tentang fasilitas baru, tetapi arah baru dalam membangun institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui pendekatan berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, Polri menegaskan komitmennya menjadi institusi yang modern, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. (min)