Arus Balik Lebaran Mulai Padat, 7.708 Pemudik Tiba di Stasiun Bekasi

KAI Daop 1 mencatat 7.708 penumpang arus balik tiba di Stasiun Bekasi pada H+3 Lebaran 2026. Bekasi menjadi salah satu pintu utama pemudik kembali ke Jabodetabek.

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:00 WIB
Arus Balik Lebaran Mulai Padat, 7.708 Pemudik Tiba di Stasiun Bekasi
Suasana kedatangan penumpang arus balik Lebaran di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi. Foto: PT KAI for Hallonews

HALLONEWS.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan di wilayah Bekasi. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 1 Jakarta mencatat lonjakan jumlah penumpang yang tiba, khususnya di Stasiun Bekasi.

Hingga Selasa (24/3/2026) pukul 09.00 WIB, sebanyak 7.708 penumpang tercatat turun di Stasiun Bekasi. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Daop 1 dan menunjukkan Bekasi menjadi salah satu pintu utama arus balik menuju kawasan penyangga Jakarta.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 52.926 orang, lebih tinggi dibanding jumlah keberangkatan yang tercatat sebanyak 41.755 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan tren arus balik sudah mulai terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang yang datang dibandingkan yang berangkat.

“Kami melihat tren arus balik sudah mulai terjadi, dengan jumlah kedatangan lebih tinggi dibanding keberangkatan,” kata Franoto, Selasa (24/3/2026).

Meski Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir masih menjadi pusat kedatangan terbesar, peningkatan jumlah penumpang di Bekasi menunjukkan tingginya mobilitas warga yang kembali ke kawasan hunian penyangga ibu kota.

Bekasi dikenal sebagai salah satu wilayah dengan jumlah komuter terbesar yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, sehingga menjadi tujuan utama para pemudik saat arus balik Lebaran.

KAI memperkirakan puncak arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Selama periode arus balik, jumlah penumpang yang tiba setiap hari berada di kisaran 48 ribu hingga lebih dari 52 ribu orang.

Sebagian besar penumpang datang dari kota-kota di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.

KAI juga menyebutkan bahwa hingga 1 April 2026 masih tersedia lebih dari 253 ribu kursi untuk perjalanan arus balik. Artinya, masyarakat yang belum memiliki tiket masih memiliki kesempatan untuk kembali ke Jakarta dan sekitarnya menggunakan kereta api.

Selama masa Angkutan Lebaran tahun ini, tingkat okupansi kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 76 persen dengan total tiket terjual lebih dari 822 ribu.

KAI mengimbau masyarakat, khususnya penjemput di stasiun-stasiun padat termasuk Bekasi, untuk mengatur waktu penjemputan dan memanfaatkan transportasi umum guna menghindari kepadatan di area stasiun.

Bekasi diprediksi akan tetap menjadi salah satu titik penting dalam pergerakan arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah Jabodetabek. (dul)