Atasi Banjir Jakarta, Pramono Fokus Pengerukan Ciliwung–Krukut

Pengerukan kanal belum tentu mengatasi banjir jika rob terjadi. Ini menjadi tantangan besar bagi Jakarta dalam pengendalian banjir.

Sabtu, 11 April 2026 - 14:15 WIB
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Fokus Pengerukan Ciliwung–Krukut
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau proyek pengerukan Kanal Banjir Barat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Diskominfotik for Hallonews

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proyek pengerukan Kanal Banjir Barat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda ibu kota.

Menurut Pramono, lokasi tersebut merupakan titik krusial pertemuan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut yang selama ini mengalami pendangkalan.

“Kami akan fokus selama satu tahun untuk pengerukan di Kanal Banjir Barat sebagai upaya mengurangi banjir,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/4/2026).

Secara keseluruhan, proyek pengerukan ini ditargetkan mencapai volume 179.269 meter kubik dengan panjang lebih dari 8 kilometer yang terbagi dalam tiga segmen.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada segmen Pintu Air Karet hingga Jalan Kyai Tapa sepanjang 3.850 meter, dengan target pengerukan sekitar 165.381 meter kubik.

“Hingga 9 April, progres pengerukan telah mencapai 1.609 meter kubik. Pekerjaan ini didukung enam alat berat yang terdiri atas empat ekskavator amfibi dan dua ekskavator long arm, serta 30 truk pengangkut,” jelasnya.

Pramono menegaskan proyek ini menjadi prioritas dan tidak boleh mengalami keterlambatan.

“Proyek ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengerukan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air, memperlancar aliran, serta mengurangi pendangkalan akibat lumpur dan sampah.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir, khususnya di wilayah Setiabudi, Tanah Abang, Menteng, Gambir, Palmerah, hingga Grogol Petamburan.

Pemprov DKI Jakarta juga akan memanfaatkan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai pertengahan April hingga September untuk mempercepat pengerjaan.

Ke depan, hasil pengerukan akan diintegrasikan dengan program normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut agar aliran air menuju laut semakin lancar.

“Kalau ini berhasil, aliran air ke laut akan semakin cepat. Ini bagian dari upaya besar pengendalian banjir Jakarta,” pungkasnya. (fer)