Polri Gandeng Universitas Borobudur, Bentuk Pusat Studi Kepolisian untuk Wujudkan Smart Policing
Kolaborasi Polri dan Universitas Borobudur melahirkan Pusat Studi Kepolisian untuk dorong smart policing berbasis riset dan data. Ini target besarnya.

HALLONEWS.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mempercepat transformasi di sektor pendidikan dengan memperluas kerja sama strategis bersama perguruan tinggi. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Borobudur dalam pembentukan Pusat Studi Kepolisian.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa keberadaan pusat studi ini menjadi bagian penting dalam membangun institusi kepolisian yang lebih adaptif, modern, dan terbuka terhadap masukan akademik.
Menurutnya, sinergi dengan dunia kampus akan memperkuat kemampuan Polri dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan pendekatan ilmiah.
“Kolaborasi ini membuka ruang bagi pemikiran kritis dari akademisi untuk memberikan masukan terhadap kebijakan kepolisian. Ini bagian dari komunikasi dan penguatan jejaring yang terus kami bangun,” ujar Dedi dalam forum evaluasi internal di Mabes Polri, Jumat (10/4/2026).
Secara nasional, kerja sama Polri dengan perguruan tinggi terus berkembang pesat.
Hingga kini, puluhan nota kesepahaman telah diteken. Sejumlah kampus juga telah mengoperasikan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah riset dan pengembangan.
Pusat studi ini akan menjadi motor penggerak konsep smart policing, yaitu pendekatan kepolisian modern yang mengedepankan prediksi, pencegahan, serta penanganan masalah secara komprehensif berbasis data.
Melalui konsep tersebut, Polri diharapkan mampu merespons dinamika sosial, termasuk tantangan di ruang digital, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terpadu.
Di tingkat implementasi, Polres Metro Jakarta Timur bersama Universitas Borobudur telah memulai langkah konkret dengan membentuk posko Pusat Studi Kepolisian di lingkungan kampus.
Posko ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan bersama, mulai dari riset ilmiah, pertukaran data, hingga program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan aparat kepolisian.
Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Faisal Santiago, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini menjadi kesempatan bagi dunia akademik untuk berkontribusi langsung dalam penyusunan kebijakan publik berbasis keilmuan.
Dengan kolaborasi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (min)
