BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Program “Ngibar” Bantu Pelaku Usaha Isi Data Mandiri

BPS Kota Bogor mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Program “Ngibar” disiapkan untuk mendampingi pelaku usaha mengisi data sensus secara mandiri.

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:30 WIB
BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Program “Ngibar” Bantu Pelaku Usaha Isi Data Mandiri
Hallonews/Dok BPS foto : BPS mulai melakukan sensus ekonomi 2026.

HALLONEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor mulai melaksanakan rangkaian Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Bogor menghadirkan program “NGIBAR” atau “Ngisi Bareng” guna membantu pelaku usaha melakukan pengisian data sensus secara mandiri melalui sistem digital.

Kepala BPS Kota Bogor, Raden Gandari, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan, termasuk proses perekrutan petugas sensus serta pendampingan pengisian data bagi pelaku usaha menengah dan besar.

“Saat ini proses rekrutmen petugas sedang berjalan dan pendaftarannya sudah ditutup karena kuota telah terpenuhi. Kami juga mulai menjalankan program NGIBAR atau Ngisi Bareng,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk mendampingi pelaku usaha saat melakukan pengisian data menggunakan sistem Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

Melalui metode tersebut, pelaku usaha dapat memasukkan data usahanya secara langsung melalui platform digital yang telah disediakan BPS.

Menurut Gandari, sistem pengisian mandiri ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan responden sekaligus menjaga keamanan data usaha yang disampaikan.

“Data yang diinput pelaku usaha akan langsung masuk ke server BPS tanpa melalui petugas lapangan,” katanya dikutip wartawan media ini Kamis (14/5/2026).

BPS Kota Bogor juga mengimbau pelaku usaha untuk menyiapkan dokumen dan data usaha sebelum proses pengisian dilakukan agar pelaksanaan sensus berjalan lebih cepat dan akurat.

Selain menyasar pelaku usaha menengah dan besar, Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjangkau sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang jumlahnya mendominasi di Kota Bogor.

Berdasarkan data BPS, sekitar 97 persen unit usaha di Kota Bogor berasal dari sektor UMKM.

“UMKM menjadi sektor usaha yang paling dominan di Kota Bogor,” kata Gandari.

Untuk menjangkau pelaku UMKM dan usaha rumahan, BPS akan melakukan pendataan secara door to door mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.

Petugas sensus nantinya akan mendatangi rumah maupun lokasi usaha masyarakat secara langsung untuk melakukan pendataan.

Gandari juga meminta masyarakat tidak khawatir apabila didatangi petugas sensus ekonomi. Ia memastikan seluruh petugas resmi akan menggunakan atribut lengkap berupa rompi berwarna oranye gelap, tanda pengenal, dan surat tugas resmi dari BPS.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam sensus ekonomi sangat penting karena data yang terkumpul akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi dan pengembangan usaha di daerah. (opy)