Cuaca Pagi Hari Bogor Terasa Lebih Panas, Ada Apa? Ini Kata BMKG

Selain faktor peralihan musim, panas yang terasa juga dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan pada pagi hari. Pada waktu tersebut, awan hujan biasanya belum berkembang sehingga radiasi matahari dapat memanaskan permukaan bumi secara maksimal.

Senin, 16 Maret 2026 - 15:30 WIB
Cuaca Pagi Hari Bogor Terasa Lebih Panas, Ada Apa? Ini Kata BMKG
Cuaca di Kabupaten Bogor terasa panas dari biasanya terutama pada pagi hari. Hallonews

HALLONEWS.ID – Cuaca di wilayah Kabupaten Bogor terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir, terutama pada pagi hingga menjelang siang hari. Kondisi ini dirasakan masyarakat akibat cuaca yang cenderung cerah pada pagi hari padahal biasanya sejuk dan adem.

Forecaster on Duty Stasiun Klimatologi Jawa Barat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Leni Jantika membenarkan fenomena tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir suhu memang terasa lebih panas, khususnya pada pagi hingga menjelang siang.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca yang relatif cerah pada pagi hari sehingga sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak terhalang awan.

“Namun dari sisi data pengamatan, suhu udara masih berada pada kisaran normal untuk periode bulan Maret. Sensasi panas yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh intensitas penyinaran matahari yang cukup kuat saat tutupan awan masih minim,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Dia menjelaskan, pada bulan Maret atmosfer mulai menunjukkan pola peralihan menuju musim kemarau.

Wilayah Bogor sendiri termasuk dalam pola hujan tipe monsunal yang pada dasarnya masih memiliki potensi hujan cukup tinggi pada periode ini.

Meski demikian, saat memasuki masa peralihan musim, waktu terjadinya hujan biasanya bergeser. Hujan cenderung lebih sering terjadi pada siang hingga sore atau malam hari.

Akibatnya, pada pagi hingga menjelang siang kondisi cuaca umumnya masih cerah atau cerah berawan. Hal ini berbeda dengan kondisi saat puncak musim hujan ketika awan tebal sering muncul sejak pagi hari.

Selain faktor peralihan musim, panas yang terasa juga dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan pada pagi hari. Pada waktu tersebut, awan hujan biasanya belum berkembang sehingga radiasi matahari dapat memanaskan permukaan bumi secara maksimal.

Pemanasan yang kuat sejak pagppi hingga siang hari ini kemudian menjadi sumber energi bagi pembentukan awan konvektif.

Awan konvektif yang terbentuk akibat pemanasan permukaan tersebut kerap memicu hujan pada siang hingga sore hari di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kesimpulannya, kondisi panas yang dirasakan beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi oleh cuaca pagi yang relatif cerah dan pola hujan yang bergeser ke siang–sore hari. Hal ini cukup umum terjadi pada periode bulan Maret,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari agar tetap menjaga kondisi tubuh.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain menjaga asupan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta tetap mewaspadai potensi hujan pada siang hingga sore hari. (opy)