Dilaporkan ke Bareskrim soal Video JK, Begini Jejak Politik Grace Natalie
Nama Grace Natalie kembali ramai dibahas. Berikut sosok pendiri PSI dan perjalanan karier politiknya di Indonesia.

HALLONEWS.ID – Nama Grace Natalie kembali menjadi perhatian publik setelah dikabarkan tersangkut persoalan hukum.
Sosok yang dikenal sebagai pendiri sekaligus mantan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun ramai diperbincangkan di ruang publik.
Berdasarkan data situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (11/5/2026), Grace Natalie tercatat sebagai caleg dengan perolehan suara terbanyak di Jakarta Barat dengan raihan 118.503 suara.
Grace Natalie bukan nama baru di dunia politik nasional. Sebelum terjun ke panggung politik, ia lebih dulu dikenal sebagai jurnalis dan pembawa acara televisi.
Kariernya di dunia media membuat namanya cukup dikenal masyarakat.
Pada 2014, Grace Natalie mengambil langkah besar dengan mendirikan Partai Solidaritas Indonesia. Partai tersebut hadir dengan membawa semangat politik anak muda, antikorupsi, dan transparansi.
Di bawah kepemimpinannya, PSI berhasil menarik perhatian publik, terutama generasi muda di perkotaan.
Gaya komunikasi Grace yang lugas, tegas, dan berani membuatnya cepat dikenal sebagai salah satu figur perempuan berpengaruh di politik Indonesia.
Meski PSI saat itu belum berhasil menembus parlemen nasional, Grace tetap dianggap sebagai tokoh sentral yang membangun identitas partai dari nol.
Kini, nama Grace Natalie kembali mencuat setelah dikaitkan dengan persoalan hukum yang tengah menjadi sorotan.
Meski demikian, hingga saat ini publik masih menunggu kejelasan resmi terkait duduk perkara yang sebenarnya.
Perkembangan isu tersebut memicu berbagai reaksi.
Ada yang menilai kasus ini dapat berdampak pada citra politik PSI, namun tidak sedikit pula yang meminta publik menunggu proses hukum berjalan secara objektif.
Terlepas dari isu yang berkembang, Grace Natalie tetap tercatat sebagai salah satu tokoh yang pernah membawa warna baru dalam politik nasional, khususnya dalam mendorong partisipasi generasi muda dan perempuan.
Sebagai informasi, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Selain Grace Natalie, Ade Armando serta Permadi Arya juga turut dilaporkan oleh aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan Islam.
Perwakilan LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mengatakan langkah hukum tersebut diambil guna menghindari respons negatif di masyarakat yang berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Mei 2026.
“Kami menginginkan dinamika ini bisa dikanalisasi dalam proses hukum, karena kami ingin menghindari respons negatif yang berpotensi buruk terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia,” ujar Syaefullah Hamid kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan partainya tidak memberikan bantuan hukum kepada Grace Natalie dalam perkara tersebut.
Ia menyebut pernyataan Grace merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili posisi resmi partai.
“Pernyataan yang disampaikan oleh anggota partai, katakan Mbak Grace itu, adalah pernyataan pribadi,” ujar Ahmad Ali di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (fer)
