Dirjenpas Mashudi Siapkan Fasilitas KPR untuk Pegawai Berprestasi

Dirjen Pemasyarakatan Mashudi menegaskan pegawai pemasyarakatan berprestasi akan diprioritaskan memperoleh fasilitas KPR.

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:15 WIB
Dirjenpas Mashudi Siapkan Fasilitas KPR untuk Pegawai Berprestasi
Dirjenpas Mashudi saat ditemui di Gedung Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta Pusat. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, memastikan seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) ke depan berpeluang memperoleh fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR).

Program tersebut diprioritaskan bagi pegawai yang memiliki prestasi, disiplin, dan kinerja terbaik sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan aparatur pemasyarakatan.

Mashudi menegaskan, pemberian reward menjadi bagian dari komitmen Ditjenpas dalam membangun lingkungan kerja yang profesional, produktif, dan berintegritas.

“Pegawai yang berprestasi dan memiliki kinerja baik akan mendapatkan penghargaan, salah satunya kesempatan memperoleh fasilitas KPR,” ujar Mashudi kepada Hallonews.id pada Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, yang mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh pegawai Kementerian Imipas, khususnya jajaran Ditjen Pemasyarakatan.

“Kesejahteraan pegawai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat integritas aparatur,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pegawai yang telah menunjukkan kinerja terbaik untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kerja mereka.

“Pegawai yang memiliki capaian baik harus terus meningkatkan kualitas kerja dan memberikan kontribusi positif bagi Ditjenpas,” katanya.

Ia berharap program penghargaan tersebut mampu menjadi motivasi bagi pegawai agar tetap profesional dan menghindari tindakan yang melanggar hukum maupun merugikan institusi.

Selain itu, Mashudi juga mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan evaluasi terhadap indikator kinerja pegawai setiap pekan.

Penilaian dilakukan melalui sistem absensi, tingkat kedisiplinan, keterampilan kerja, kemampuan inovasi, hingga gagasan kreatif yang dinilai mampu mendukung kemajuan organisasi.

“Budaya kerja inovatif dan pola pikir terbuka menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan sumber daya manusia pemasyarakatan yang unggul dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” pungkasnya. (fer)