Diserang Isu Negatif, Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tembus 8 Persen
Menkeu Purbaya tepis isu negatif dan optimistis ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8 persen, didorong fondasi kuat dan kinerja pajak meningkat.

HALLONEWS ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi maraknya pemberitaan negatif yang diarahkan kepadanya.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini bukan langkah sembarangan, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat menghadiri peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Buras Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026)
“Memang banyak pemberitaan negatif, tapi saya tahu betul apa yang kita kerjakan ini serius dan terukur,” ujarnya.
Fondasi Ekonomi Diperkuat
Purbaya menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih kokoh guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Salah satu langkahnya adalah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk peran Airlangga Hartarto yang kini diberi kewenangan lebih luas untuk mengawal proyek strategis ekonomi.
Menurutnya, pemerintah juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi berbagai hambatan yang selama ini menghambat laju pertumbuhan.
Target Pertumbuhan Meningkat
Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat. Setelah mencatat pertumbuhan 5,39 persen pada kuartal IV 2025, Purbaya memperkirakan ekonomi pada kuartal I 2026 bisa menembus 5,5 persen, bahkan lebih tinggi pada kuartal berikutnya.
Kondisi ini dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
“Di tengah gejolak global, kita masih bisa menjaga pertumbuhan domestik yang baik dan ini akan berlanjut,” katanya.
Dampak ke Pasar Keuangan
Purbaya juga menyinggung bahwa kinerja pasar saham sangat dipengaruhi oleh fundamental ekonomi. Dengan kondisi ekonomi yang semakin kuat, ia meyakini prospek pasar keuangan akan ikut terdorong.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa penerimaan pajak pada tiga bulan pertama 2026 tumbuh sekitar 20 persen, ditambah reformasi di sektor bea dan cukai yang terus berjalan.
Optimisme Tembus 6–8 Persen
Dengan berbagai langkah tersebut, Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mencapai 6 persen tanpa perlu reformasi industri besar-besaran, cukup dengan mengoptimalkan peran sektor swasta dan pemerintah.
Lebih jauh, ia bahkan optimistis target pertumbuhan 8 persen bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
“Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, angka 8 persen itu bukan hal yang mustahil. Kalau itu tercapai, pasar saham kita juga akan naik signifikan,” pungkas Purbaya. (agn)
