Harga Cabai Meroket di Bekasi, Pemkab Klaim Stok Pangan Jelang Lebaran Aman

Pemkab Bekasi memastikan stok bahan pokok di Ramadan hingga Idulfitri tetap aman meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:30 WIB
Harga Cabai Meroket di Bekasi, Pemkab Klaim Stok Pangan Jelang Lebaran Aman
Plt Bupati Bekasi beAsep Surya Atmaja berrsama forkopimda Kabupaten Bekasi mengecek bahan pokok di Pasar Tambun. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pengecekan langsung harga dan ketersediaan sembako di Pasar Tambun guna memastikan stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke pasar tradisional tersebut untuk memantau kondisi inflasi daerah sekaligus berdialog dengan para pedagang.

“Setelah kita cek, memang ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat di bulan Ramadan. Namun stok barang masih tersedia dan tidak ada yang langka,” kata Asep, Kamis (5/3/2026).

Ia menyebutkan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya gula, daging sapi, cabai, telur, serta daging ayam. Komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang paling banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Harga komoditas ini melonjak tajam dari sekitar Rp45 ribu menjadi hampir Rp100 ribu per kilogram. Sementara bahan pokok lainnya rata-rata hanya mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu hingga Rp3 ribu.

Pemkab Bekasi2
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, forkopimda Kabupaten Bekasi mengecek bahan pokok di pasar tradisional.
Foto: Hallonews

Meski demikian, Asep menilai kondisi inflasi di Kabupaten Bekasi masih dalam kategori aman.

“Kalau saya lihat inflasi masih aman, tidak banyak yang naik signifikan. Hanya beberapa komoditas yang memang sering dipakai sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Idulfitri, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah intervensi, salah satunya melalui operasi pasar.

“Upaya kita dengan operasi pasar. Kita turun langsung melihat barang mana yang naik atau berpotensi langka. Tapi dari hasil dialog dengan pedagang, sejauh ini barang masih aman dan terkendali,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yentimengatakan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Bekasi secara umum masih terjaga.

“Persediaan seperti yang kita lihat tadi memang terkendali. InsyaAllah untuk Ramadan di Kabupaten Bekasi aman,” ujarnya.

Namun tingginya permintaan masyarakat membuat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti daging sapi, cabai rawit merah, telur ayam, serta daging ayam.

Untuk daging ayam, Helmi menyebutkan harga saat ini justru mulai menurun. Jika sebelumnya sempat menyentuh Rp45 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp40 ribu.

Sementara harga daging sapi berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram atau sedikit di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp140 ribu.

“Kenaikan juga terjadi pada telur ayam. Di wilayah Tambun saat ini sekitar Rp32 ribu per kilogram, sementara harga normalnya sekitar Rp30 ribu,” jelasnya.

Helmi menambahkan lonjakan harga cabai rawit dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah produsen akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan sebagian petani gagal panen.

Kabupaten Bekasi sendiri bukan daerah penghasil cabai sehingga pasokan selama ini bergantung dari daerah lain, terutama Garut. “Di Garut juga ada kekurangan karena cuaca ekstrem. Jadi kita sedang mencari alternatif pasokan dari wilayah Sumatera,” katanya.

Meski harga naik, Helmi memastikan stok cabai rawit di pasar masih tersedia. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan agen di pasar induk untuk menambah pasokan agar harga kembali stabil.

Dari sisi pengawasan, Dinas Perdagangan bersama Satgas Pangan yang melibatkan kepolisian rutin melakukan monitoring untuk mencegah praktik penimbunan atau kecurangan di tingkat pedagang.

“Kita rutin melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan, baik dari Polda Metro Jaya maupun Polres Metro Bekasi. Jadi pengawasan dilakukan secara berkala di lapangan,” ujarnya.

Indikator harga pangan di Kabupaten Bekasi yang diukur melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) saat ini berada di angka 3,14. Angka tersebut masih berada dalam rentang normal inflasi yang berkisar sekitar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

Untuk menekan potensi kenaikan harga menjelang Lebaran, Pemkab Bekasi juga menyiapkan program operasi pasar daerah (OPADI) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret di Kecamatan Cikarang Utara dan Babelan.

Dalam program tersebut, pemerintah akan memberikan subsidi harga paket sembako kepada masyarakat. “Paket sembako nilainya sekitar Rp96 ribu, tapi masyarakat cukup membayar Rp40 ribu karena ada subsidi dari pemerintah,” pungkasnya. (dul)