Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pertahankan Peringkat Global, Ini Penjelasannya
Di tengah lonjakan arus mudik, layanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta tetap masuk jajaran terbaik dunia.

HALLONEWS.ID – Lonjakan arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tak mengganggu kualitas layanan imigrasi. Justru di tengah peningkatan jumlah penumpang, bandara ini kembali mencatat prestasi di tingkat global.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, mengungkapkan bahwa dalam periode 12–18 Maret 2026, tercatat sekitar 127 ribu penumpang kedatangan dan 183 ribu penumpang keberangkatan.
“Lonjakan ini menunjukkan arus keluar lebih tinggi dibandingkan kedatangan,” ujarnya saat ditemui di Terminal 3, Jumat (20/3/2026).
Lonjakan Tinggi, Layanan Tetap Lancar
Meski terjadi peningkatan signifikan, Yuldi memastikan pelayanan imigrasi tetap berjalan optimal tanpa antrean berarti.
“Tidak ada antrean meskipun terjadi lonjakan,” katanya.
Hal ini, menurutnya, berkat langkah strategis yang diterapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Masuk 10 Besar Dunia
Kinerja tersebut turut mengantarkan layanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta kembali masuk dalam 10 besar dunia kategori World Best Airport Immigration Service 2026 dalam ajang World Airport Awards 2026 di London, Inggris.
Tak hanya itu, bandara ini juga mencatat sejumlah prestasi global lainnya, antara lain: peringkat 22 World Top 100 Airport 2026, peringkat 8 Best Airport in Asia 2026, dan posisi kedua bandara dengan kapasitas 50–60 juta penumpang.
Andalkan Teknologi dan Digitalisasi
Yuldi menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari transformasi digital yang terus diperkuat, terutama melalui optimalisasi teknologi autogate.
Selain itu, efisiensi waktu layanan, jalur prioritas, serta profesionalitas petugas menjadi faktor pendukung utama.
Sistem keamanan berbasis aplikasi seperti Subject of Interest (SOI) hingga deteksi Red Notice juga disebut mampu bekerja otomatis saat pemeriksaan paspor.
“Walaupun menggunakan autogate, sistemnya sangat kompleks dan tetap menjamin keamanan,” jelasnya.
Setara Bandara Kelas Dunia
Dengan berbagai inovasi tersebut, kualitas layanan imigrasi Indonesia kini dinilai sejajar dengan bandara kelas dunia seperti Singapore Changi Airport dan Hong Kong International Airport.
Ke depan, Direktorat Jenderal Imigrasi berencana memperluas penggunaan autogate ke sejumlah bandara lain, seperti Surabaya, Batam, hingga rencana pengembangan di Padang, Makassar, dan Manado.
Yuldi menegaskan, pelayanan selama periode mudik Lebaran akan terus dijaga agar tetap cepat, aman, dan terkendali.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder di lingkungan bandara guna mempertahankan standar layanan internasional. (fer)
