Kapolri Gandeng Buruh Jaga Stabilitas, Targetkan Investasi Tetap Mengalir di Tengah Gejolak Global

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak buruh dan pengusaha kompak jaga stabilitas demi investasi tetap aman di tengah krisis global. Ini pesannya jelang May Day!

Selasa, 14 April 2026 - 17:45 WIB
Kapolri Gandeng Buruh Jaga Stabilitas, Targetkan Investasi Tetap Mengalir di Tengah Gejolak Global
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga besar KSPSI AGN di Tangerang, Selasa (14/4/2026). Foto: Dok Kapolri

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nasional dengan memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan kalangan buruh.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga besar KSPSI AGN di Tangerang, Selasa (14 April 2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya soliditas antara buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk menghadapi dinamika global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, situasi global tersebut berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memastikan iklim investasi di Indonesia tetap aman dan kondusif.

Sigit menilai Indonesia memiliki keunggulan besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun jumlah tenaga kerja yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan stabilitas hubungan industrial yang harmonis.

Ia juga mendorong agar setiap permasalahan antara perusahaan dan serikat pekerja dapat diselesaikan secara dialogis dan konstruktif.

“Dengan begitu, Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia bahwa sengketa industrial dapat ditangani dengan baik tanpa mengganggu iklim usaha,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak seluruh elemen buruh untuk menyambut peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang dengan aman dan tertib.

Ia memastikan kepolisian akan tetap menjamin kebebasan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung sesuai aturan.

Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi ajang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa hubungan antara buruh dan pengusaha di Indonesia berjalan solid dan siap mendukung masuknya investasi. (min)